Prajurit Amerika Serikat menerima jenazah rekan yang tewas. Foto: The New York Times
Pemimpin Minoritas Senat Sebut Rakyat AS Tidak Menginginkan Perang dengan Iran
Fajar Nugraha • 12 March 2026 19:05
Washington: Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat, Chuck Schumer, mengatakan pada Rabu, 11 Maret, bahwa rakyat Amerika tidak menginginkan keterlibatan militer di Timur Tengah.
Dalam pidatonya di lantai Senat, Schumer mendesak pemerintahan Donald Trump untuk memberikan penjelasan transparan seiring terus meningkatnya jumlah korban dari pihak militer AS.
Schumer membeberkan data bahwa sejak 28 Februari, sebanyak 140 personel militer AS terluka, delapan di antaranya luka parah dan delapan prajurit tewas dalam tugas. Selain itu, ia menyoroti jatuhnya ribuan korban jiwa di Timur Tengah, termasuk kematian 170 siswi di sebuah sekolah dasar putri.
"Laporan awal menunjukkan insiden tersebut kemungkinan besar merupakan hasil dari operasi AS," ujar Schumer, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 12 Maret 2026.
Senator asal New York tersebut menagtakan bahwa lonjakan harga bahan bakar dan meningkatnya permusuhan membuat publik Amerika mempertanyakan urgensi perang ini.
"Rakyat Amerika bertanya satu hal sederhana: Mengapa? Mengapa Amerika berperang? Rakyat tidak menginginkan perang ini dan tidak pernah memintanya," tegas Schumer.
Schumer juga menuduh Presiden Donald Trump memberikan penjelasan yang berubah-ubah mengenai tujuan operasi militer di Iran. Ia mengkritik inkonsistensi narasi Gedung Putih mengenai upaya penggulingan pemerintah Iran, melumpuhkan kemampuan nuklir Teheran, menghancurkan angkatan laut Iran, dan mengklaim serangan yang bersifat perlindungan diri.
Kritik tajam Schumer juga diarahkan pada pesan kontradiktif dari Gedung Putih. Ia menyoroti pernyataan Trump yang menyebut perang berada di ambang akhir sekaligus baru dimulai secara bersamaan.
"Kegilaan ini harus dihentikan," ujar Schumer.
Sebagai tindak lanjut, Schumer mendesak Senat untuk menggelar dengar pendapat publik. Ia meminta pejabat tinggi pemerintahan, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Kepala Pentagon Pete Hegseth, untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah mengenai strategi dan tujuan akhir perang.
"Rakyat Amerika berhak mendapatkan jawaban yang jujur," pungkas Schumer.
(Kelvin Yurcel)