Garuda Indonesia Group Angkut 1,1 Juta Penumpang Selama Periode Lebaran 2026

Maskapai Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir

Garuda Indonesia Group Angkut 1,1 Juta Penumpang Selama Periode Lebaran 2026

Hendrik Simorangkir • 1 April 2026 08:06

Tangerang: Sebanyak 1,1 juta penumpang dilayani Garuda Indonesia Group selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Angka tersebut terbagi dalam dua maskapai yakni Garuda Indonesia dan Citilink. 

"Selama periode 14-29 Maret 2026, Garuda Indonesia Group mengangkut lebih dari 1,1 juta penumpang. Jumlah tersebut terdiri dari 501.336 penumpang Garuda Indonesia melalui 3.297 penerbangan, dan 681.162 penumpang Citilink melalui 4.357 penerbangan," ujar Direktur Operasi Garuda Indonesia, Dani Haikal Iriawan, Selasa, 31 Maret 2026.

Secara keseluruhan, Garuda Indonesia Group mencatat tingkat keterisian penumpang sebesar 86 persen. Angka ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan permintaan perjalanan selama periode Lebaran.
 


Garuda Indonesia Group juga mencatat tingkat ketepatan waktu penerbangan sebesar 92,08 persen. Angka ini menjadi capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada momentum Lebaran.

"Capaian tersebut merefleksikan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, di mana ketepatan waktu pada Lebaran 2025 tercatat sebesar 87,12 persen dan 86,07 persen pada Lebaran 2024. Ini menjadi indikator kuat konsistensi peningkatan kinerja operasional kami, khususnya dalam mengelola intensitas penerbangan tinggi pada periode peak season," jelas Dani.


Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Dokumentasi/ MI


Menurut Dani, rute dengan trafik tertinggi didominasi oleh rute domestik seperti Jakarta-Medan, Jakarta-Banda Aceh, Surabaya-Denpasar, Jakarta-Pangkal Pinang, serta Yogyakarta-Denpasar. "Untuk rute internasional, trafik tertinggi tercatat pada Jakarta-Amsterdam, Jakarta-Madinah, Jakarta-Jeddah, Jakarta-Haneda, dan Denpasar-Tokyo," kata Dani.

Dani menambahkan, pencapaian tersebut ditopang oleh penguatan strategi operasional secara menyeluruh. Upaya ini mencakup optimalisasi kesiapan armada, kesiapan personel di seluruh lini layanan, serta koordinasi intensif dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait.

"Konsistensi tatalaksana operasional dan kesiapan penumpang dalam mengikuti prosedur penerbangan, khususnya yang hadir lebih awal di bandara, menjadi faktor penting yang turut menjaga kelancaran operasional di tengah tingginya trafik Lebaran," ungkap Dani.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)