Seskab: Lawatan Presiden ke Jepang-Kosel Hasilkan Komitmen Bisnis Rp575 triliun

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) Indonesia-Korea Selatan dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul. Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Seskab: Lawatan Presiden ke Jepang-Kosel Hasilkan Komitmen Bisnis Rp575 triliun

Anggi Tondi Martaon • 2 April 2026 09:53

Jakarta: Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan (Korsel) menghasilkan capaian konkret berupa komitmen kerja sama bisnis. Nilainya mencapai USD 33,89 miliar atau Rp575 triliun.

"Dari Jepang tercatat komitmen bisnis sebesar USD 23,63 miliar atau setara Rp401,7 triliun, sementara dari Republik Korea mencapai USD 10,26 miliar atau setara Rp174 triliun. Sehingga total keseluruhan mencapai USD 33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun," ujar Seskab Teddy dikutip dari Antara, Kamis, 2 April 2026.

Teddy menjelaskan, capaian tersebut memperlihatkan tingginya kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, serta pembangunan sektor strategis nasional.

Teddy menyebut bahwa keterlibatan langsung Presiden Prabowo tidak hanya sebagai simbolik. Namun, menjadi faktor kunci dalam mendorong terwujudnya kesepakatan tersebut. 

"Bapak Presiden tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi aktif mendengarkan, merespons cepat, dan memberikan solusi serta perintah langsung atas berbagai masukan dari dunia usaha. Ini yang membuat kepercayaan investor semakin kuat," ungkap Teddy.

Teddy juga memastikan bahwa pemerintah akan mengawal seluruh komitmen tersebut agar dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. Foto: Tangkapan layar.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan membawa hasil signifikan dalam memperkuat sektor perekonomian, dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku bisnis kedua negara senilai 10,2 miliar dolar AS.

Airlangga menuturkan kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, antara lain energi dan transisi hijau, termasuk tenaga surya, penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), serta energi terbarukan. Selain itu, kerja sama juga meliputi sektor industri dan manufaktur seperti baja, baterai, dan transportasi ramah lingkungan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)