Keberlanjutan Proyek Pesawat Tempur KF-21, Presiden Prabowo bakal Kirim Tim ke Korsel

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar.

Keberlanjutan Proyek Pesawat Tempur KF-21, Presiden Prabowo bakal Kirim Tim ke Korsel

Kautsar Widya Prabowo • 2 April 2026 07:18

Seol: Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menyinggung keberlanjutan proyek pesawat tempur KF-21/IFX. Hal tersebut dibahas di tengah pertemuan bilateral antar kedua kepala negara di Istana Kepresiden Korsel atau Blue House, Rabu, 1 April 2026.

Menteri Koordinator Bidang Prekonomian Airlangga Hatarto menyampaikan Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan proyek pesawat tempur KF-21/IFX. Presiden Prabowo disebut akan segera mengirim tim teknis untuk membahas berbagai isu dalam program tersebut.

“Dalam pertemuan bilateral, salah satu isu yang diangkat memang terkait dengan IFX. Bapak Presiden menyampaikan akan segera mengirim tim, baik yang bersifat teknis maupun engineering,” ujar Airlanggadalam konferensi pers, pada Rabu malam, 1 April 2026.

Airlangga juga menyebut adanya skema pembayaran baru untuk proyek tersebut. Mengingat pembahasan sudah dimulai sejak era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhyono.

Ia berharap dengan dikirimya tim dapat segera menyelesaikan proyek pesawat tempur patungan ini. “Memang ada isu-isu teknis terkait spesifikasi dan lainnya, tetapi harapannya ini bisa diselesaikan dengan dikirimnya tim ke sana,” tambahnya.

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) Indonesia-Korea Selatan dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul. Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) Indonesia-Korea Selatan untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Rabu, 1 April 2026.

Mengutip Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden di Jakarta, kesepakatan yang diumumkan mencakup berbagai sektor prioritas. Mulai dari ekonomi, energi, digital, hingga kesehatan dan industri masa depan yang dinilai strategis bagi kedua negara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)