Prabowo dan Presiden Lee Sepakati Kerja Sama Ekonomi Hingga AI

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) Indonesia-Korea Selatan dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul. Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Prabowo dan Presiden Lee Sepakati Kerja Sama Ekonomi Hingga AI

Fachri Audhia Hafiez • 1 April 2026 21:25

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menyepakati peningkatan kerja sama strategis mulai dari sektor ekonomi, pertahanan hingga kecerdasan buatan (AI) dalam pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Korsel.

"Peningkatan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, ditambah dengan penyelesaian beberapa kesepakatan utama, mencerminkan visi bersama yang mendalam dan mengikat kedua negara kita," kata Prabowo dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden di Jakarta, dilansir Antara, 1 April 2026.
 


Kesepakatan tersebut menandai penguatan hubungan bilateral yang kini memasuki babak baru melalui status kemitraan strategis komprehensif khusus. Langkah itu menjadi tonggak sejarah yang memperkukuh fondasi kerja sama jangka panjang antara Jakarta dan Seoul di tengah dinamika global.

Prabowo menyampaikan, pembahasan dengan Lee berlangsung sangat produktif dan berhasil merumuskan sejumlah kesepahaman strategis. Dia menilai kedua bangsa memiliki modalitas kuat untuk terus bersinergi, terutama didasari oleh kesamaan perjalanan sejarah dalam meraih kemerdekaan.

"Sejarah menunjukkan bahwa kedua negara memiliki kesamaan dan kita pun memiliki kepentingan yang sama. Kedua negara harus berjuang keras untuk meraih kemerdekaan," tutur Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Lee merinci bahwa cakupan kerja sama tersebut meliputi sektor inovasi teknologi dan industri pertahanan. Lee menekankan perluasan kolaborasi itu didasarkan pada tingkat kepercayaan yang sangat tinggi antara kedua belah pihak.

Pada sektor ekonomi, Korsel berkomitmen mendorong partisipasi perusahaan-perusahaan nasional mereka dalam proyek strategis di Indonesia. Lee secara khusus mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia terhadap keberlangsungan iklim investasi bagi korporasi asal Negeri Ginseng tersebut.

"Saya juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan kepedulian kepada perusahaan asal Korea Selatan," ucap Lee.


Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) Indonesia-Korea Selatan dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul. Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Terkait bidang pertahanan, kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama industri manufaktur militer, termasuk pengembangan galangan kapal. Kerja sama itu bertujuan untuk membangun kekuatan maritim yang lebih tangguh guna menjawab tantangan keamanan di kawasan.

Selain itu, kedua negara sepakat melakukan integrasi data besar (big data) milik Indonesia dengan teknologi kecerdasan buatan milik Korsel. Kolaborasi teknologi mutakhir tersebut diarahkan untuk mencari solusi atas berbagai tantangan kemanusiaan serta mempercepat transformasi digital di kedua negara.

"Presiden Prabowo dan saya memiliki kesamaan pandangan bahwa kebahagiaan dan kemakmuran masyarakat adalah prioritas utama di masing-masing pemerintahan kami," kata Lee.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)