Tim gabungan BKSDA Kalbar Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang, Balai Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), dan masyarakat mengevakuasi tiga individu orangutan dari perkebunan masyarakat. Metro TV
Api Karhutla Mendekati Kawasan Rehabilitasi Orang Utan di Berau
Metro TV • 31 August 2026 10:15
Berau: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, turut mengancam kawasan konservasi dan lokasi rehabilitasi orang utan.
Sejumlah fasilitas perlindungan dan rehabilitasi satwa berada relatif dekat dengan lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat pengawasan dan kesiapsiagaan di sekitar kawasan konservasi diperkuat.
Beberapa lokasi yang mendapat perhatian antara lain kawasan Long Sam yang dikelola Conservation Action Network (CAN) di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay. Ada pula kawasan Bora yang menjadi lokasi Centre for Orangutan Protection (COP) di Labanan, Kecamatan Teluk Bayur.
Selain itu, klinik dan pusat karantina orang utan di Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur, juga berada dalam wilayah yang perlu mendapat pengawasan di tengah ancaman karhutla.
“Karhutla menjadi salah satu ancaman bagi keberlangsungan orang utan. Meski demikian, kondisi di lapangan masih dapat dikendalikan dengan meningkatkan patroli dan kesiapsiagaan di sekitar kawasan rehabilitasi,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Berau, BKSDA Kalimantan Timur, Yulian Sadono, Senin, 31 Agustus 2026.
Pemantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik api berada dalam jarak sekitar 500 meter hingga satu kilometer dari lokasi rehabilitasi orang utan.
Petugas gabungan bersama Manggala Agni melakukan pemantauan secara berkala di sekitar kawasan tersebut. Kesiapsiagaan juga ditingkatkan untuk mengantisipasi pergerakan api yang mengarah ke area konservasi.
Kesehatan Orangutan Dipantau
Selain mengantisipasi ancaman api, petugas turut memperhatikan dampak kabut asap terhadap kondisi satwa. Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Berau seiring berlangsungnya karhutla.
Tim dokter melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap orang utan secara intensif. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi satwa dan memastikan tidak muncul gangguan kesehatan akibat paparan asap serta penurunan kualitas udara.
Ancaman karhutla terhadap kawasan konservasi orangutan juga menjadi perhatian Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan kebakaran di Berau bersama Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, pada pekan lalu.

Pengawasan di sekitar lokasi rehabilitasi diminta diperkuat untuk menjaga satwa dari ancaman kebakaran dan paparan asap.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau masih belum sepenuhnya terkendali. Titik api masih ditemukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kelay, Teluk Bayur, Sambaliung, Gunung Tabur, hingga Pulau Derawan.
Petugas gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran. Patroli juga ditingkatkan untuk mengawasi titik-titik rawan dan mencegah api meluas ke kawasan lainnya.
Upaya pengamanan kawasan rehabilitasi dilakukan seiring masih berlangsungnya penanganan karhutla di Berau. Pemantauan terhadap kondisi api, asap, dan kesehatan orangutan menjadi bagian dari langkah untuk menjaga keselamatan satwa di tengah situasi tersebut. (Edi Akbar)