Doa Meredakan Amarah, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

Ilustrasi: Nicola Barts/Pexels

Doa Meredakan Amarah, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

Riza Aslam Khaeron • 27 August 2026 07:00

Jakarta: Marah merupakan salah satu emosi manusiawi yang dapat muncul ketika seseorang menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan, merasa tersinggung, atau sedang dilanda masalah tertentu.

Meskipun wajar, amarah yang tidak dikendalikan dengan baik dapat membuat seseorang kehilangan kejernihan berpikir hingga melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam ajaran Islam, kemampuan mengendalikan emosi bahkan menjadi salah satu tolok ukur kekuatan batin seseorang. Rasulullah saw. mengingatkan bahwa orang yang kuat bukanlah mereka yang selalu menang dalam pertarungan fisik, melainkan mereka yang sanggup menguasai diri ketika diselimuti amarah.

Oleh karena itu, Rasulullah mengajarkan doa kepada umatnya untuk meredakan amarah. Mengutip NU Online, berikut doa tersebut:
 

Doa untuk Meredakan Amarah

Salah satu amalan yang diajarkan Rasulullah saw. ketika seseorang diliputi amarah adalah membaca taawuz, yaitu bacaan untuk memohon perlindungan kepada Allah Swt. dari godaan setan. NU Online mengutip bacaan tersebut dari kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi.



A'udzubillahi minasy syaithanir rajim.

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

Melalui bacaan taawuz ini, seseorang memohon perlindungan kepada Allah Swt. agar terhindar dari bisikan setan dan hawa nafsu yang kerap memperkeruh emosi saat marah.
   

Selaras dengan Al-Qur'an

Anjuran membaca taawuz saat menghadapi gangguan dan godaan emosi ini sangat selaras dengan firman Allah Swt. dalam Surah Fussilat ayat 36:



Artinya: “Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Ayat tersebut menegaskan pentingnya segera memohon perlindungan kepada Allah Swt. ketika dilanda godaan yang berpotensi menyeret manusia ke dalam perbuatan buruk.

Dengan demikian, membaca taawuz saat amarah mulai menguasai diri menjadi ikhtiar spiritual untuk menenangkan hati sekaligus memohon perlindungan Allah Swt. Pada saat yang sama, menjaga kejernihan pikiran tetap diperlukan agar keputusan yang diambil tidak berujung pada penyesalan setelah emosi mereda.

(Riza Aslam Khaeron)