Mendagri Jenguk Wali Nanggroe Bentuk Ikhtiar Perkuat Pesaudaraan

Mendagri Tito Karnavian (kanan) menjenguk Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud (kiri) saat menjalani pengobatan di Penang, Malaysia. Foto: Istimewa

Mendagri Jenguk Wali Nanggroe Bentuk Ikhtiar Perkuat Pesaudaraan

Anggi Tondi Martaon • 28 August 2026 09:44

Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjenguk Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud, yang tengah menjalani pengobatan di Penang, Malaysia. Dalam kunjungan tersebut, Tito membawa salam dan doa dari Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA. Menurut dia, kunjungan Mendagri tersebut dalah wujud nyata kehadiran negara yang penuh kepedulian dan menunjukkan ikatan batin antara pusat dan Aceh yang tidak pernah putus.

"Doa Presiden yang disampaikan Mendagri bukan sekadar simbol, melainkan tanda kasih negara bagi Aceh. Kehadiran ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat selalu hadir dalam suka dan duka masyarakat,” kata Safrizal melalui keterangan tertulis, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut Kepala Poskowil Satgas PRR Aceh itu, kunjungan yang dilakukan Mendagri adalah bagian dari ikhtiar menjaga kebersamaan dan memperkuat persaudaraan. Ia menekankan bahwa hubungan antara pemerintah pusat dan tokoh-tokoh Aceh memiliki makna historis sekaligus moral, terutama dalam menjaga perdamaian pasca-Helsinki.

“Negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat doa dan kepedulian. Inilah makna silaturahmi yang harus kita rawat bersama. Kehadiran Mendagri membawa doa Presiden adalah pesan bahwa Aceh tetap menjadi bagian penting dalam hati bangsa,” ungkap Safrizal.

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud (kiri) dan Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA. Foto: Istimewa

Safrizal juga berharap kunjungan tersebut memberi semangat bagi Wali Nanggroe dan masyarakat Aceh. Diharapkan, silaturahmi tersebut semkain memperkuat kebersamaan. 

“Doa adalah energi moral yang menguatkan. Semoga Wali Nanggroe segera pulih, dan silaturahmi ini menjadi pengikat kebersamaan kita,” ujar Safrizal.

(Siti Yona Hukmana)