PBB: 65.000 Warga Nepal Butuh Bantuan Darurat usai Banjir Bandang

Kerusakan akibat terjangan banjir bandang di perbatasan Nepal-Tiongkok. (Anadolu Agency)

PBB: 65.000 Warga Nepal Butuh Bantuan Darurat usai Banjir Bandang

Willy Haryono • 1 September 2026 17:06

Washington: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan sekitar 65.000 orang di Nepal membutuhkan bantuan darurat setelah banjir dan longsor salju dahsyat melanda sejumlah wilayah negara tersebut.

Akses menuju komunitas terdampak masih menjadi kendala utama karena sejumlah ruas jalan terputus.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan sebagian besar jalan utama di wilayah terdampak masih tertutup seluruhnya atau sebagian. Kondisi tersebut menghambat pemerintah dan lembaga kemanusiaan dalam menyalurkan bantuan sekaligus melakukan penilaian kerusakan.

“Sekitar 65.000 orang membutuhkan bantuan darurat untuk air, sanitasi, dan kebersihan,” kata Dujarric dalam pengarahan harian PBB, seperti dikutip UN News Center, Senin, 31 Agustus 2026.

Selain itu, lebih dari 22.000 anak membutuhkan layanan perlindungan, sementara sekitar 2.600 anak berusia di bawah lima tahun diperkirakan membutuhkan penanganan akibat kekurangan gizi akut.

Sekitar 10.500 perempuan hamil dan menyusui juga membutuhkan bantuan nutrisi.

PBB bersama mitra kemanusiaan dan pemerintah setempat terus meningkatkan operasi bantuan. Program Pangan Dunia (WFP) telah mengirim hampir 80 ton pangan untuk sekitar 9.200 orang, yang diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan selama 15 hari.

Sekolah Terdampak Bencana

Bencana tersebut juga mengganggu kegiatan pendidikan. Sebanyak 19 sekolah terdampak, termasuk sembilan sekolah yang hancur total. Delapan sekolah lainnya kini digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi keluarga yang mengungsi.

Lebih dari 10.000 anak usia sekolah membutuhkan dukungan psikososial setelah terdampak bencana.

Laporan awal juga menunjukkan sedikitnya 107 anak kemungkinan terpisah dari orang tua atau pengasuh mereka. Penelusuran keluarga dan reunifikasi menjadi salah satu prioritas dalam respons kemanusiaan.

UNICEF turut menyediakan makanan terapeutik bagi sekitar 500 anak yang mengalami kekurangan gizi akut.

Sementara itu, jumlah korban tewas akibat banjir dan longsoran salju di sepanjang perbatasan Tiongkok-Nepal telah mencapai 955 orang, dengan ribuan lainnya masih dilaporkan hilang.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut bencana tersebut dipicu oleh longsoran salju. Para ilmuwan juga memperingatkan bahwa pencairan gletser akibat kenaikan suhu global meningkatkan risiko banjir dan longsor di kawasan Himalaya.

Bencana tersebut menambah tekanan terhadap Nepal yang masih menghadapi operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran di berbagai wilayah terdampak.

Baca juga:  Update Korban Banjir Nepal-Tiongkok: Lebih dari 1.000 Tewas, 4.462 Masih Hilang

(Willy Haryono)