Cantalevia menghadirkan konser paduan suara Echoes of Innocence: The Rhythm of Our Roots di Jakarta. (Foto: Ist)
Cantalevia Hadirkan Nostalgia Masa Kecil lewat Konser Paduan Suara
Patrick Pinaria • 1 September 2026 17:24
Jakarta: Cantalevia menghadirkan konser paduan suara Echoes of Innocence: The Rhythm of Our Roots. Konser tersebut digelar di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta pada 29-30 Agustus 2026.
Mengangkat tema nostalgia masa kecil, mimpi, dan perjalanan untuk mewujudkannya, konser tersebut mengajak penonton dari berbagai usia untuk kembali terhubung dengan kenangan masa kecil yang indah dan tak terlupakan.
Melalui rangkaian lagu yang lekat dengan masa kecil, pertunjukan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki mimpi. Meskipun perjalanan untuk mencapainya tidak selalu mudah, semangat untuk terus melangkah tetap dapat ditemukan kembali.
Dalam pertunjukan tersebut, Cantalevia berkolaborasi dengan tiga komunitas, yakni Creangers, Nada Swara Gembira, dan Tirtamarta Children Choir. Kolaborasi itu menghadirkan harmoni lintas suara dan generasi dalam sebuah perjalanan musikal untuk merayakan inner child yang ada dalam diri setiap orang.

Para penyanyi Cantalevia bersama kolaborator berfoto di atas panggung dalam konser Echoes of Innocence: The Rhythm of Our Roots. (Foto: Ist)
"Echoes of Innocence: The Rhythm of Our Roots ini kami tujukan untuk semua orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa, tua, dan muda. Ini adalah konser, di mana kita bisa bernostalgia bersama dan merayakan inner child kita. Kami berharap konser ini dapat memberikan kesempatan bagi orang tua untuk bernostalgia sekaligus mengenalkan lagu-lagu tersebut kepada anak-anak mereka, sehingga dapat bernyanyi dan menikmati kenangan bersama," ujar produser, Narendra Pryottama.
Dalam proses persiapannya, seluruh penyanyi menjalani latihan intensif untuk memastikan setiap aspek pertunjukan, mulai dari harmoni vokal hingga tata panggung dan pencahayaan, dapat berjalan dengan baik.
Menurut Director, Gispanita Justitia, salah satu tantangan terbesar dalam konser ini adalah menyatukan empat kolaborator dengan rentang usia yang berbeda, mulai dari penyanyi dewasa hingga anak-anak.
"Bagian yang paling menantang yaitu menggabungkan empat kolaborator dalam satu konser dengan rentang usia yang berbeda, dari dewasa hingga anak-anak. Namun, semuanya dapat dijalani dengan menyenangkan karena lagu-lagu yang kami bawakan masih sangat dekat dan relevan dengan kenangan masa kecil, seperti Aku Bisa, Kumpul Bocah, You’ll be in My Heart, dan masih banyak lagi," ujar Gispanita.
Gispanita menambahkan bahwa Echoes of Innocence: The Rhythm of Our Roots dirancang dengan konsep yang lebih sederhana dibandingkan konser-konser Cantalevia sebelumnya. Kesederhanaan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memberikan ruang yang lebih intim bagi penonton untuk menikmati musik dan kembali mengingat masa kecil mereka.
"Konser ini memang lebih sederhana dibandingkan konser-konser Cantalevia sebelumnya. Namun, kami berharap tetap dapat memberikan wadah bagi para penonton untuk terhubung kembali dengan masa kecil dan menemukan kembali semangat melalui lagu-lagu yang akan dibawakan di konser ini," tambah Gispanita Justitia.
Melalui Echoes of Innocence: The Rhythm of Our Roots, Cantalevia berharap konser tersebut tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang bagi penonton untuk mengenang, refleksi, dan kembali menemukan semangat untuk mengejar mimpi.
"Kami berharap dengan adanya konser ini, kami dapat turut memajukan seni pertunjukan melalui show choir. Tentunya, kami juga berharap dapat selalu membuka kesempatan serta memfasilitasi talenta-talenta muda untuk menyalurkan bakatnya terkhususnya di dunia show choir," tutup Founder Cantalevia, Marsha Ramadhani.