Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Anadolu
Tarik Simpati Jelang Pemilu, Netanyahu Sebut Iran Kanker dan Tolak Negara Palestina
Fajar Nugraha • 31 August 2026 18:13
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa Iran sedang menghidupkan kembali program nuklirnya terlepas dari kampanye militer AS-Israel terhadap Teheran.
Tidak hanya itu, dalam sebuah wawancara di tengah upaya memenangkan pemilu Israel, Netanyahu menggambarkan Iran sebagai 'kanker' yang bisa muncul kembali.
"Kami mengenali kanker ini, sebuah benjolan kanker, dan Anda tahu bahwa setelah Anda mengangkat kanker. Jika Anda tidak mengangkatnya, Anda (hadapi) kematian," ujar Netanyahu dalam sebuah wawancara itu, seperti dikutip dari Viory, Senin 31 Agustus 2026.
"Kanker juga mengalami metastasis. Dan jika terjadi metastasis, hal itu akan berkembang menjadi ancaman nyata yang muncul kembali," argumen Netanyahu.
"Kanker juga mengalami metastasis. Dan jika terjadi metastasis, hal itu akan berkembang menjadi ancaman nyata yang muncul kembali. Iran sedang menghidupkan kembali, ingin menghidupkan kembali program nuklirnya," lanjut Netanyahu.
Akan rebut Gaza
Terkait Gaza, Netanyahu bersumpah akan melucuti senjata Hamas 'dengan satu atau lain cara' – dan juga mengakui bahwa ia bisa saja 'merebut Kota Gaza' jika 'diperlukan'."Mereka akan dilucuti senjatanya. Seperti kata pepatah Inggris—bagaimana saya harus mengatakannya? Dengan satu atau lain cara. Cara mudah atau cara keras. Namun saya berkomitmen untuk hal ini, dan saya akan melakukannya," ujar Netanyahu.
"Tapi jika mereka tidak mengembalikan senjata-senjata itu, IDF akan menaklukkan Kota Gaza dan melucuti senjata Hamas," sela pewawancara.
"Jika perlu, itulah yang akan terjadi," tambah Netanyahu.
"Tidak akan ada negara Palestina -,kecuali bagi para politisi yang enggan mengakuinya,- tetapi tidak akan ada, dan kami tidak akan mengizinkan adanya negara Palestina," tegas Netanyahu.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat, yang mencatat adanya peningkatan kekerasan oleh pemukim, penggerebekan militer Israel, dan perluasan permukiman yang terus berlanjut.
Netanyahu mengecam apa yang disebutnya sebagai 'tindakan kekerasan kriminal' dan menggambarkan para pemukim yang bertanggung jawab sebagai "sekelompok kecil anak muda yang datang dengan berbagai masalah dan persoalan".
Komentar ini muncul saat gencatan senjata di Gaza yang didukung AS terus berada dalam tekanan, diwarnai oleh serangan Israel yang terus berlanjut serta perbedaan pendapat mengenai pelaksanaan rencana yang bertujuan membawa wilayah tersebut menuju demiliterisasi, rekonstruksi, dan pemerintahan sipil.