AS menegaskan komitmen sebagai mitra strategis Indonesia dalam pemenuhan pangan dan gizi melalui pasokan kedelai. (Metrotvnews.com)
AS Tegaskan Komitmen Pasok Kedelai untuk Dukung Program Gizi Indonesia
Muhammad Reyhansyah • 4 February 2026 08:02
Jakarta: Amerika Serikat (AS) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan peningkatan nutrisi masyarakat, khususnya melalui pasokan kedelai. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan diskusi dan demonstrasi memasak berbahan dasar kedelai AS di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
CEO U.S. Soybean Export Council (USSEC) Jim Sutter mengatakan, hubungan antara petani kedelai AS dan produsen pangan Indonesia—terutama pelaku industri tempe—telah terjalin selama lebih dari empat dekade.
Menurut dia, kemitraan jangka panjang tersebut menjadi fondasi kuat bagi kerja sama pangan kedua negara hingga saat ini.
“Hubungan antara kedelai AS dan produsen pangan Indonesia telah berlangsung selama 40 tahun. Ini menunjukkan apa yang dapat dicapai ketika kedua pihak saling percaya dan membangun hubungan secara konsisten,” ujar Sutter.
Ia menuturkan, kerja sama tersebut tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses saling belajar. Petani kedelai AS, kata dia, perlu memahami kebutuhan pasar Indonesia, sementara produsen tempe Indonesia mempelajari kualitas serta keandalan pasokan kedelai AS.
“Petani AS harus belajar tentang tempe, dan produsen tempe juga belajar mengenai kedelai AS serta bagaimana mempercayai rantai pasok yang datang dari ladang hingga ke Indonesia,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sutter juga menyampaikan apresiasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai program tersebut sebagai langkah visioner untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Menurut Sutter, protein merupakan salah satu unsur gizi yang kerap kurang mendapat perhatian dalam pola konsumsi masyarakat, yang selama ini lebih didominasi karbohidrat. Dalam konteks tersebut, kedelai dinilai sebagai sumber protein nabati yang terjangkau, bergizi, dan berkelanjutan.
“Kedelai adalah cara yang sangat baik untuk menghadirkan protein berkualitas dengan harga terjangkau ke dalam pola makan masyarakat,” katanya.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Pertanian AS Luke J. Lindberg menegaskan komitmen pemerintah Amerika Serikat untuk terus bekerja sama dengan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan nutrisi nasional. Ia menyebut Indonesia sebagai mitra penting dan strategis bagi petani kedelai AS.
“Atas nama seluruh petani di Amerika Serikat, kami sangat menghargai Indonesia sebagai mitra besar bagi kedelai AS. Kami ingin terus bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi di Indonesia dan menjadi mitra yang andal, konsisten, dan berkelanjutan ke depan,” ujar Lindberg.

Baca juga: AS Kenalkan 'Rasa Amerika' untuk Perluas Pasar Produk Pertanian di Indonesia