Presiden Rusia Vladimir Putin. (EPA)
Dokumen AS Ungkap Upaya Jeffrey Epstein Temui Vladimir Putin
Willy Haryono • 4 February 2026 11:09
New York: Rangkaian dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengungkap upaya Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual, untuk mencoba menjalin hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama bertahun-tahun. Nama Putin disebut sebanyak 1.055 kali dalam lebih dari tiga juta dokumen Epstein yang dipublikasikan Jumat lalu.
Berdasarkan korespondensi email dari awal 2010-an hingga 2018, Epstein diketahui berulang kali berupaya mengatur pertemuan dengan pemimpin Rusia tersebut. Fokus utama yang ingin ia bahas berkaitan dengan investasi asing di Rusia serta upaya diversifikasi ekonomi negara itu.
Dokumen tersebut juga menunjukkan Epstein telah mencoba memperoleh visa Rusia sejak 2010. Dalam salah satu pesan, ia menulis, “Apakah saya perlu mendapatkan visa? Saya punya teman yang mengenal Putin, haruskah saya bertanya padanya?”
Untuk membuka akses ke Kremlin, Epstein memanfaatkan jaringan politik internasionalnya. Ia tercatat sering berdiskusi dengan Thorbjorn Jagland, mantan Perdana Menteri Norwegia yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Council of Europe.
Jagland bahkan sempat menawarkan diri untuk mempresentasikan proposisi investasi Epstein kepada Putin guna menarik minat presiden Rusia tersebut. Selain isu ekonomi, dokumen juga mengungkap beberapa upaya spesifik Epstein untuk bertemu langsung dengan Putin.
Pada Juni 2013, Epstein mengundang Putin untuk menghadiri makan malam di Paris, dengan mengklaim bahwa Bill Gates juga akan menginap di kediamannya. Sementara itu, pada 2018, Epstein berusaha mengirim pesan kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melalui Jagland.
Dalam pesan tersebut, Epstein mengklaim memiliki wawasan khusus mengenai pola pikir Presiden AS saat itu, Donald Trump, yang disebutnya dapat membantu kepentingan diplomatik Rusia. Sebelumnya, pada 2017, ia juga pernah meminta Jagland untuk mendiskusikan masa depan mata uang digital dengan Putin.
Hingga kini, tidak terdapat bukti kuat yang menunjukkan bahwa pertemuan antara Epstein dan Putin benar-benar terjadi. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Pangeran Belgia Tolak Undangan Epstein, Mengaku Pernah Bertemu Dua Kali