Ilustrasi freepik
BMKG Ungkap Dugaan Penyebab Suara Dentuman di Bandung
Putri Purnama Sari • 5 September 2026 11:10
Jakarta: Suara dentuman misterius terdengar di sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Bandung hingga Sumedang. Bunyi tersebut dilaporkan terdengar sejak Jumat, 4 September 2026 malam hingga Sabtu, 5 September 2026 dini hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan pemantauan untuk mencari tahu kemungkinan penyebab suara dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah tersebut.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan salah satu dugaan sementara adalah fenomena skyquake. Fenomena ini merujuk pada suara dentuman keras yang terdengar dari langit, meski sumber suara tidak selalu dapat diketahui secara pasti.
“Untuk sementara, kecurigaan kita skyquake,” ujar Suaidi dalam keterangannya, Sabtu, 5 September 2026.
Fenomena Skyquake Pernah Terjadi di Bogor

Dok: threads @felix_inst
Menurut Suaidi, suara dentuman dengan karakteristik serupa juga pernah dilaporkan terjadi di Bogor pada 2020. Saat itu, BMKG juga tidak menemukan penyebab pasti dari suara yang terdengar masyarakat.
Fenomena tersebut terjadi ketika kondisi langit relatif cerah dan tidak disertai aktivitas kegempaan yang dapat menjelaskan munculnya bunyi dentuman. Karena itu, BMKG masih melakukan pemantauan untuk memastikan penyebab suara yang kembali terdengar di wilayah Jawa Barat.
BMKG Tidak Temukan Gempa di Bandung
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto sebelumnya menyampaikan bahwa hasil pemantauan tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa yang berkaitan dengan suara dentuman tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap data kegempaan, tidak tercatat aktivitas gempa di wilayah Bandung dan sekitarnya pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 00.00 hingga 05.00 WIB.
Dengan demikian, suara yang dilaporkan warga tersebut tidak menunjukkan karakteristik sebagai dampak dari kejadian gempa bumi.
Aktivitas Petir Juga Tidak Signifikan
Selain data gempa, BMKG turut memeriksa aktivitas petir melalui Lightning Detector. Pemantauan memang menemukan adanya petir di wilayah tersebut, tetapi intensitasnya tergolong rendah.
Aktivitas petir yang tercatat juga tidak menunjukkan kondisi signifikan yang dapat dikaitkan dengan suara dentuman yang dilaporkan oleh masyarakat.
BMKG pun menyimpulkan bahwa hingga hasil pemantauan tersebut dilakukan, belum ada indikasi yang mengarah pada gempa bumi maupun aktivitas petir sebagai penyebab suara dentuman.
Dugaan sementara mengarah pada fenomena skyquake. Namun, BMKG masih belum dapat memastikan sumber maupun mekanisme terbentuknya suara tersebut.
Fenomena dentuman di langit sendiri bukan pertama kali dilaporkan di Indonesia. Sejumlah kejadian serupa sebelumnya juga pernah terdengar di beberapa daerah, tetapi tidak selalu dapat dikaitkan dengan aktivitas gempa, petir, maupun fenomena alam tertentu secara langsung.
Baca Juga :
Sebagian Wilayah Jakarta Berawan Tebal Hari Ini
Sebelumnya, suara dentuman tersebut dilaporkan sejumlah warga melalui media sosial Threads, banyak warga yang mengaku mendengar dentuman tersebut,
"Warga Threads bagian Bandung, udah ada yang tau belum jadinya ini suara dentuman apaan? Masa satu Bandung ngerasain, sampai kedengeran ke Purwakarta dan Garut," tulis @ptrdwastr.