Kurator ARTJOG 2026 Farah Wardani menyampaikan refleksi pada seremoni penutupan ARTJOG 2026 di Yogyakarta. (Foto: ARTJOG/Ariyanto Nugroho)
ARTJOG 2026 Resmi Ditutup, Soroti Pentingnya Kesadaran Kolektif Baru
Patrick Pinaria • 2 September 2026 15:22
Yogyakarta: ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO resmi menutup rangkaian penyelenggaraannya di Jogja National Museum pada Minggu, 30 Agustus 2026. Memasuki usia ke-19 tahun, penyelenggaraan ARTJOG tahun ini dimaknai sebagai ruang refleksi dan introspeksi yang mendalam.
ARTJOG kembali mengungkapkan apresiasinya atas kritik dan diskusi publik yang telah terbangun. Dinamika yang terjadi selama penyelenggaraan dipandang sebagai bentuk kepedulian bersama demi mewujudkan ekosistem seni yang lebih baik.
ARTJOG 2026 merupakan babak awal dari payung tema kuratorial 'Ars Longa Trilogia' yang dirancang oleh kurator tamu, Farah Wardani. Trilogi tersebut diproyeksikan untuk membaca relevansi seni di tengah perubahan sosial, politik, dan ekologi yang sedang terjadi dalam kehidupan melalui tiga subtema, yakni Generatio (2026), Legatum (2027), dan Mundus (2028).
Menutup edisi pertamanya, Generatio, Farah Wardani menyatakan seni kontemporer, termasuk ARTJOG, tidak dapat diisolasi dari ketegangan realitas di luar ruang pamer. ARTJOG tahun ini telah mencerminkan hakikatnya sebagai seni peristiwa, bukan hanya menjadi peristiwa untuk merayakan seni, yang pada akhirnya mampu membentuk kesadaran kolektif baru melalui pemaknaan ulang terhadap peran dan relevansinya.
"Saya memandang bahwa karya-karya di ARTJOG beresonansi dan berkorelasi secara langsung dengan berbagai isu nyata dalam gejolak masyarakat, mulai dari kritik ataupun perbedaan persepsi. Kondisi ini, menurut saya, adalah sebuah proses membangun kesadaran kolektif baru yang memang rasanya tidak nyaman atau bahkan kadang menyakitkan. Dengan kondisi masyarakat yang pada dasarnya sedang tidak baik-baik saja, saya merasa bahwa ARTJOG tidak luput dipandang sebagai bagian dari medan percakapan publik yang luas, di mana berbagai polemik berlangsung dengan gejolak sosial politik yang terus memanas hingga hari ini," kata Farah.
Refleksi yang disampaikan kurator dan beberapa seniman yang hadir turut disambung oleh rekan-rekan supporting staff ARTJOG 2026. Sebagai garda depan dalam melayani pengunjung selama lebih dari dua bulan, mereka menyampaikan aspirasi yang menekankan pentingnya ruang aman dan keterbukaan dalam menghadapi tantangan selama penyelenggaraan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur ARTJOG Heri Pemad menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada kurator, para seniman, dan seluruh tim kerja yang telah mendedikasikan energi mereka bagi keberlangsungan festival ini.
"Prinsip utama kami adalah tetap mengupayakan ruang yang representatif bagi pemikiran para seniman, sekaligus menjaga keberlanjutan kerja para pelakunya. Apa yang terjadi pada kami juga merupakan otokritik terhadap kondisi ekosistem seni kita hari ini. Kami mengapresiasi setiap diskusi yang terbangun sebagai wujud kepedulian bersama. Sebab tanpa kepercayaan seniman dan kepedulian publik, ARTJOG akan kehilangan maknanya," ujar Heri.
%20-%20Fotografer%20Ariyanto%20Nugroho.jpg)
Direktur ARTJOG Heri Pemad menyampaikan refleksi dalam seremoni penutupan ARTJOG 2026 di Yogyakarta. (Foto: ARTJOG/Ariyanto Nugroho)
Rangkaian acara penutupan diakhiri dengan penampilan grup musik White Shoes and The Couples Company dan pertunjukan musik elektronik Les Garçons Aux Chaussures Blanches. Penampilan tersebut menghantarkan seluruh hadirin ke suasana hangat sebagai penutup pelaksanaan ARTJOG 2026.
Menyambut usia ke-20 tahun pada 2027 mendatang, ARTJOG berkomitmen membenahi tata kelolanya sebagai festival demi menciptakan pengalaman estetika terkini dalam ruang yang lebih matang, inklusif, kritis, dan berpihak pada ekosistemnya.
%20-%20Fotografer%20Shofia.jpg)
Penampilan White Shoes and The Couples Company menutup rangkaian ARTJOG 2026 di Jogja National Museum, Yogyakarta. (Foto: ARTJOG/Ariyanto Nugroho)
Komitmen tersebut selaras dengan tema 'Legatum' yang akan diusung pada ARTJOG 2027. Menandai dua dekade perjalanannya, edisi ARTJOG berikutnya akan mengeksplorasi gagasan warisan yang berkaitan dengan nilai-nilai seni rupa dan warisan budaya global hingga wacana historis bagi generasi mendatang.
ARTJOG menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh seniman, pekerja kreatif, pendukung, mitra kerja, media, dan masyarakat luas yang terus mengawal dan mendampingi perjalanan festival ini.
ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO pun resmi berakhir dan akan dilanjutkan dengan ARTJOG 2027 ARS LONGA: LEGATUM.