Infografis titik panas di Kaltim pada Selasa, 1 September 2026 ANTARA/ HO- BMKG Balikpapan.
18.402 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim Sepanjang Agustus
Silvana Febiari • 2 September 2026 19:38
Balikpapan: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi 18.402 titik panas yang tersebar di kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Setiap lapisan masyarakat diimbau waspada guna mengurangi kebakaran di musim kemarau panjang.
"Jumlah ini mengalami peningkatan ketimbang musim kemarau serupa pada Agustus 2015 lalu yang sebanyak 9.793 titik. Jumlahnya lebih banyak karena fenomena El Nino tahun ini lebih kering," ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan Huda Abshor Mukhsinin, dilansir dari Antara, Rabu, 2 September 2026.
Secara berkala dalam hitungan jam setiap hari, BMKG langsung memberikan informasi dan peringatan dini secepat mungkin kepada instansi terkait saat ditemukan titik panas. Informasi tersebut antara lain disampaikan kepada Badan penanggulangan Bencana, Dinas Pemadam Kebakaran, dan lainnya tentang adanya titik panas, lengkap dengan tingkat kepercayaan berikut titik koordinat.
Baca Juga :
Dari informasi tersebut, pihak berwenang melakukan pengecekan. Jika dalam titik panas tersebut terbukti adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), maka tim bentukan pemerintah daerah bersama relawan langsung melakukan penanganan.
Ia mengatakan edukasi dan mitigasi pencegahan karhutla harus terus dilakukan bersama masyarakat dan pihak terkait. Pemerintah juga mengingatkan warga tidak membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat merembet saat angin kencang.
Aktivitas lain seperti membakar sampah hingga pekerjaan perkebunan atau yang sedang kerja di hutan saat merokok agar tidak membuang puntung rokok yang masih membara. Hal ini bisa membakar daun kering dan berpotensi memicu karhutla.
"Ajakan ini harus terus menerus dilakukan hingga beberapa bulan ke depan, karena puncak El Nino lebih kering di Kaltim diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober, sehingga kemungkinan titik panas pun akan meningkat," ujarnya.

Karhutla di Gunung Seteleng Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Selasa malam, 1 September 2026. (Antara/ HO Pusdalops BPBD Kabupaten PPU)
Pada 1 September, pukul 01.00 hingga 24.00 WITA, tercatat 1.134 titik panas di Kalimantan Timur. Titik panas tersebut tersebar di Balikpapan satu titik, Samarinda lima titik, dan Berau 604 titik.
"Kabupaten Kutai Timur terdeteksi 117 titik, Kutai Kartanegara (83), Kutai Barat (58), Mahakam Ulu (9), Kabupaten Paser (232), dan di Penajam Paser Utara terdeteksi 25 titik panas," ungkap Huda.