Harga Minyak Dunia Naik, Purbaya Jamin APBN Tetap Kuat

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Biro KLI Kemenkeu.

Harga Minyak Dunia Naik, Purbaya Jamin APBN Tetap Kuat

Husen Miftahudin • 25 July 2026 11:22

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di tengah kenaikan harga minyak mentah global. Meski demikian, pemerintah mengakui ruang fiskal menjadi lebih terbatas seiring pulihnya harga minyak setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Purbaya mengatakan penurunan harga minyak sebelumnya sempat membuka peluang bagi pemerintah untuk menambah belanja negara, termasuk transfer ke daerah dan alokasi anggaran bagi kementerian/lembaga (K/L). Namun, kenaikan kembali harga minyak membuat ruang tersebut menyempit.

"Masih (APBN kuat). Tapi tadinya kan begini, ketika harga minyak turun, saya pikir saya ada ruang untuk menambah belanja, ke daerah, dan lain-lain ya, termasuk kementerian/lembaga (K/L)," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 25 Juli 2026.

"Artinya sekarang kalau balik lagi (harga minyak naik), ruangnya semakin terbatas saja. Tapi tidak membahayakan APBN sendiri, karena ini bukan keadaan baru kan," jelas dia menambahkan.

Menurut Bendahara Negara itu, kenaikan harga minyak belum menimbulkan risiko terhadap stabilitas APBN karena pemerintah telah memiliki pengalaman menghadapi kondisi serupa.
 



(Ilustrasi penghitungan APBN. Foto: dok MI)
 

Stimulus ekonomi semester II tetap berjalan


Purbaya juga memastikan kenaikan harga minyak mentah tidak akan mengganggu pelaksanaan paket stimulus ekonomi pada semester II 2026.

Ia menjelaskan penyusunan anggaran stimulus telah menggunakan asumsi harga minyak global berada di kisaran USD100 per barel sehingga perubahan harga saat ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap pelaksanaannya.

"Waktu (rancangan) stimulus kemarin (semester II), dilakukan dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel, jadi tidak ada perubahan yang terlalu signifikan. Cuma yang mau saya tambahkan, ke kementerian/lembaga (K/L) maupun ke daerah mungkin tidak leluasa sebelumnya," kata Purbaya.

Pemerintah juga memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap dipertahankan sesuai ketentuan yang berlaku. Purbaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah meminta kementerian terkait menyiapkan berbagai simulasi berdasarkan sejumlah skenario harga minyak dunia sebagai langkah antisipasi.

"Kalau (BBM) yang subsidi akan kita jaga terus. Cuma kemarin waktu di rapat kabinet, Presiden (Prabowo Subianto) meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda. Jadi kita sedang hitung tadi," ungkap Purbaya.

Diketahui, pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari enam persen hingga menembus USD92 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent naik lebih dari 6 persen hingga melampaui USD100 per barel, level tertinggi sejak awal Juni 2026.

(Husen Miftahudin)