Ketua Umum Peradi Profesional, Harris Arthur Hedar, dalam haul akbar ulama besar sekaligus pahlawan nasional asal Makassar, Syekh Yusuf Al-Makassari, digelar di Kompleks Masjid Syekh Yusuf, Gowa, Sulawesi Selatan. Dok. Istimewa
Haul Akbar Syekh Yusuf, Ketum Peradi Profesional: Nilai Persatuan Harus Dijaga
Achmad Zulfikar Fazli • 26 July 2026 09:05
Makassar: Haul akbar ulama besar sekaligus pahlawan nasional asal Makassar, Syekh Yusuf Al-Makassari, digelar di Kompleks Masjid Syekh Yusuf, Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Peringatan haul ini dinilai momentum meneladani perjuangan dan nilai luhur Syekh Yusuf memperkuat keislaman, kebangsaan, persatuan, dan ukhuwah bagi generasi penerus.
"Nilai-nilai yang diwariskan Syekh Yusuf, seperti persatuan, toleransi, dan pengabdian kepada bangsa, harus tetap dijaga dan diteruskan kepada generasi muda sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Profesional, Harris Arthur Hedar, dalam keterangan tertulis, Minggu, 26 Juli 2026.
Ketua IKB PPSP IKIP Ujungpandang itu menilai Syekh Yusuf bukan hanya seorang ulama, tetapi juga pejuang yang menunjukkan keteguhan iman dan keluasan ilmu. Syekh Yusuf juga memiliki pengorbanan yang luar biasa demi kemuliaan agama serta kemaslahatan umat.
"Dari Syekh Yusuf kita belajar bahwa keimanan bukan sekadar diucapkan, tetapi diwujudkan melalui keteguhan sikap, keluasan ilmu, dan kesediaan berkorban demi kemuliaan agama dan umat," kata Harris.
.jpg)
Ilustrasi. Dok. Medcom
Dalam kesempatan tersebut, Harris juga menyampaikan komitmennya mewakafkan tanah untuk pembangunan Rumah Tahfiz Syekh Yusuf. Komitmen itu akan dituangkan dalam akta notaris dan diserahkan kepada Yayasan Syekh Yusuf Al-Makassari.
Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Ketua DPRD Sulawesi Selatan Rachmatika Dewi, mantan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, serta mantan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar turut hadir dalam haul akbar Syekh Yusuf Al-Makassari.
Syekh Yusuf lahir di Gowa pada 1626. Kiprahnya menyebarkan Islam dan memperjuangkan kemerdekaan melawan penjajahan menjangkau Sri Lanka hingga Afrika Selatan.
Perjuangannya juga mendapat pengakuan dunia. Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela pernah menyebut Syekh Yusuf sebagai salah satu tokoh inspiratif dalam perjuangan melawan ketidakadilan dan apartheid.
Rangkaian haul akbar ditutup dengan ziarah ke makam Syekh Yusuf Al-Makassari (Tuanta Salamaka) yang diikuti ratusan jemaah untuk memanjatkan doa.