Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok Kemenkeu
Target Pajak dan Bea Cukai RAPBN 2027 Capai Rp2.908 Triliun, Ini Strategi Purbaya
Eko Nordiansyah • 15 August 2026 15:19
Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan target penerimaan perpajakan, yang terdiri atas penerimaan pajak serta kepabeanan dan cukai, mencapai Rp2.908 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
“Yang kencang adalah penerimaan perpajakan, diperkirakan mencapai Rp2.908 triliun,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Target penerimaan perpajakan pada RAPBN 2027 naik 10,5 persen dari proyeksi (outlook) APBN 2026 yang diperkirakan mencapai Rp2.631,4 triliun.
Rinciannya, penerimaan pajak ditargetkan sebesar Rp2.591,4 triliun (tumbuh 12,1 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp2.310,8 triliun) serta kepabeanan dan cukai sebesar Rp316,6 triliun (terkoreksi 1,2 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp320,6 triliun).
Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ditargetkan sebesar Rp517,4 triliun (terkoreksi 10 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp575,1 triliun) dan hibah Rp700 miliar (turun 56 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp1,5 triliun).
Dengan demikian, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp3.426 triliun atau tumbuh 6,8 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp3.208,1 triliun. Purbaya mengatakan pertumbuhan ini utamanya diperoleh melalui peningkatan kepatuhan pajak (tax compliance) dan basis pajak (tax base).

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Belanja negara ditargetkan tumbuh 3,9%
Di sisi lain, belanja negara dalam RAPBN 2027 ditetapkan sebesar Rp4.097,2 triliun atau tumbuh 3,9 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp3.942,4 triliun.Belanja pemerintah pusat (BPP) ditargetkan sebesar Rp3.362,2 triliun atau tumbuh 3,6 persen dari proyeksi APBN 2026 senilai Rp3.245,5 triliun.
Jumlah itu terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp1.504,7 triliun, turun 7,7 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp1.630,4 triliun. Sementara belanja non-K/L ditetapkan sebesar Rp1.857,5 triliun, naik 15 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp1.615,1 triliun.
Adapun transfer ke daerah (TKD) ditargetkan sebesar Rp735 triliun, naik 5,5 persen dari proyeksi APBN 2026 sebesar Rp696,9 triliun.
Secara keseluruhan, defisit RAPBN 2027 dirancang sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Keseimbangan primer, yang mencerminkan kemampuan negara mengelola utang, ditargetkan defisit Rp20,9 triliun.