Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara. Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV
Capai Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, Wamenkeu: Konsumsi Masyarakat Harus Dijaga
Muhamad Marup • 18 August 2026 23:40
Jakarta: Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027. Menurutnya, salah satu hal yang mesti dijaga adalah konsumsi masyarakat.
"Yang paling penting adalah konsumsi masyarakat. Karena dia 53% dari keseluruhan produk domestik Bruto itu," ujar Suahasil, dalam acara Top Economy yang tayang di Metro TV, Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 21.05 WIB.
Ia mengatakan, langkah tersebut tidak hanya menyasar masyarakat kelas bawah, tapi juga menengah. Kelas atas juga menjadi perhatian, tapi biasanya masyarakat di kelas tersebut memiliki kemandirian.
"Kelompok masyarakat yang bawah harus kita bantu. Itulah perlindungan sosial, bantuan sosial," jelasnya.
Kelas menengah, kata Wamenkeu, butuh dukungan seperti pembangunan infrastruktur, harga yang stabil serta insentif. Hal ini penting karena kelas menengah merupakan kelas yang dinamis.
"Sehingga sangat penting untuk kita jaga ekspektasi dan keinginan-keinginannya," ucapnya.
"Yang paling penting adalah konsumsi masyarakat. Karena dia 53% dari keseluruhan produk domestik Bruto itu," ujar Suahasil, dalam acara Top Economy yang tayang di Metro TV, Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 21.05 WIB.
Ia mengatakan, langkah tersebut tidak hanya menyasar masyarakat kelas bawah, tapi juga menengah. Kelas atas juga menjadi perhatian, tapi biasanya masyarakat di kelas tersebut memiliki kemandirian.
"Kelompok masyarakat yang bawah harus kita bantu. Itulah perlindungan sosial, bantuan sosial," jelasnya.
Kelas menengah, kata Wamenkeu, butuh dukungan seperti pembangunan infrastruktur, harga yang stabil serta insentif. Hal ini penting karena kelas menengah merupakan kelas yang dinamis.
"Sehingga sangat penting untuk kita jaga ekspektasi dan keinginan-keinginannya," ucapnya.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara. Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV
Peran Danantara
Wamenkeu juga menyebut peran strategis Danantara untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027. Menurutnya, Danantara bertujuan meningkatkan investasi.
"Danantara dengan keseluruhan konsolidasi asetnya itu kemudian bisa menjadi katalis," katanya.
Danantara, menurut Suahasil, dapat memaksimalkan aset dan proyek untuk mengundang partisipasi swasta dan pelaku ekonomi nonpemerintah untuk berinvestasi. Dengan demikian, sektor swasta dapat meningkatkan usahanya.
"Danantara yang fundamental itu menjadi katalis mengundang masuk crowd in swasta sehingga swastanya juga mau ikut berpartisipasi, meningkatkan ekspansi dunia usaha, mau ekspansi untuk buka cabang baru, buka pabrik baru," terangnya.
Wamenkeu menyebut kehadiran Danantara mempertegas bahwa perekonomian Indonesia diciptakan oleh seluruh pelaku ekonomi tidak hanya pemerintah. Pemerintah merangkul semua pihak dan mengoptimalkan semua cara untuk menunjukkan bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis. Ia menambahkan, peran Danantara dapat optimal jika diiringi dengan iklim investasi yang mendukung usaha. Perbaikan perizinan, logistik, dan lain sebagainya penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Kita memperbaiki seluruh sistem yang ada, sistem hukum, dan macam-macam, sehingga menciptakan lingkungan usaha yang kondusif untuk para investor kita," tuturnya.
"Danantara dengan keseluruhan konsolidasi asetnya itu kemudian bisa menjadi katalis," katanya.
Danantara, menurut Suahasil, dapat memaksimalkan aset dan proyek untuk mengundang partisipasi swasta dan pelaku ekonomi nonpemerintah untuk berinvestasi. Dengan demikian, sektor swasta dapat meningkatkan usahanya.
"Danantara yang fundamental itu menjadi katalis mengundang masuk crowd in swasta sehingga swastanya juga mau ikut berpartisipasi, meningkatkan ekspansi dunia usaha, mau ekspansi untuk buka cabang baru, buka pabrik baru," terangnya.
Wamenkeu menyebut kehadiran Danantara mempertegas bahwa perekonomian Indonesia diciptakan oleh seluruh pelaku ekonomi tidak hanya pemerintah. Pemerintah merangkul semua pihak dan mengoptimalkan semua cara untuk menunjukkan bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis. Ia menambahkan, peran Danantara dapat optimal jika diiringi dengan iklim investasi yang mendukung usaha. Perbaikan perizinan, logistik, dan lain sebagainya penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Kita memperbaiki seluruh sistem yang ada, sistem hukum, dan macam-macam, sehingga menciptakan lingkungan usaha yang kondusif untuk para investor kita," tuturnya.