Wamenkeu Sebut Tahun 2026 Jadi Modal Baik Target Pertumbuhan Ekonomi 2027

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara. Foto tangkapan layar Metro TV

Wamenkeu Sebut Tahun 2026 Jadi Modal Baik Target Pertumbuhan Ekonomi 2027

Muhamad Marup • 18 August 2026 22:35

Jakarta: Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, mengatakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini jadi modal untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sebesar 6 persen.

"Ini berarti pertumbuhan tahun 2026 ini di atas asumsi kita. Ini adalah modal yang baik kalau nanti ke tahun depan, kita bisa tumbuh secara rata-rata di 6 persen," ujar Wamenkeu, dalam acara Top Economy yang tayang di Metro TV, Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 21.05 WIB.

Ia mengatakan, dalam satu semester tahun 2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45 persen. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi akan kembali terjadi pada kuartal ketiga dan kuartal keempat. Ia berharap ekonomi Indonesia di akhir tahun dapat tumbuh di atas 5,5 persen.

"Q3, Q4 kita akan tumbuh di atas 5,5 persen. Saya berharap keseluruhan tahun nanti bisa kita tutup di atas 5,5 persen," jelasnya.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara (kanan). Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV

Peran Danantara

Wamenkeu juga menyebut peran strategis Danantara untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027. Menurutnya, Danantara bertujuan meningkatkan investasi.

"Danantara dengan keseluruhan konsolidasi asetnya itu kemudian bisa menjadi katalis," katanya.

Danantara, menurut Suahasil, dapat memaksimalkan aset dan proyek untuk mengundang partisipasi swasta dan pelaku ekonomi nonpemerintah untuk berinvestasi. Dengan demikian, sektor swasta dapat meningkatkan usahanya.

"Danantara yang fundamental itu menjadi katalis mengundang masuk crowd in swasta sehingga swastanya juga mau ikut berpartisipasi, meningkatkan ekspansi dunia usaha, mau ekspansi untuk buka cabang baru, buka pabrik baru," terangnya.

Wamenkeu menyebut kehadiran Danantara mempertegas bahwa perekonomian Indonesia diciptakan oleh seluruh pelaku ekonomi tidak hanya pemerintah. Pemerintah merangkul semua pihak dan mengoptimalkan semua cara untuk menunjukkan bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis. Ia menambahkan, peran Danantara dapat optimal jika diiringi dengan iklim investasi yang mendukung usaha. Perbaikan perizinan, logistik, dan lain sebagainya penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Kita memperbaiki seluruh sistem yang ada, sistem hukum, dan macam-macam, sehingga menciptakan lingkungan usaha yang kondusif untuk para investor kita," tuturnya.

(Muhamad Marup)