Pembakaran tersebut terjadi setelah berlangsung mediasi antara para kepala kampung terkait persoalan penyaluran Dana Desa tahap I tahun 2026. Peristiwa itu diduga dipicu ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap berkurangnya dana desa yang diterima.
Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F Ximenes, mengatakan situasi keamanan di Kabupaten Puncak saat ini telah kembali kondusif. Aktivitas masyarakat juga berjalan normal.
"Saat ini situasi di Kabupaten Puncak sudah kondusif. Aktivitas masyarakat juga sudah berjalan lancar seperti biasa," kata Domingos, dalam keterangannya kepada Metrotvnews.com, Rabu, 12 Agustus 2026.
Untuk memastikan kondisi tetap aman, Polres Puncak mendapat penebalan pasukan dari Brimob Polda Papua Tengah. Personel tersebut akan membantu patroli sekaligus mengamankan proses penyelidikan di lokasi kejadian.
"Hari ini kami mendapat penebalan BKO pasukan Brimob yang nantinya akan membantu patroli dan pengamanan terhadap penyidik yang melakukan penyelidikan di lokasi pembakaran," ujarnya.
Kapolres menegaskan, seluruh gedung yang terdampak pembakaran maupun perusakan telah dipasangi garis polisi (police line) untuk kepentingan penyelidikan. Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah juga akan diterjunkan ke Puncak untuk membantu proses penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami tentunya akan dibantu dari Polda Papua Tengah untuk melakukan penyelidikan. Rencananya olah TKP akan dilakukan besok, namun seluruh lokasi kejadian saat ini telah kami pasangi police line," jelasnya.
Berdasarkan pendataan awal, sejumlah fasilitas pemerintahan dilaporkan hangus terbakar. Di antaranya gudang Kantor Badan Penanggulangan Bencana, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Kantor Aset Daerah, ruangan Kantor Bupati, Kantor DPR Kabupaten Puncak, serta satu unit mobil Hilux berwarna putih.
Kerusakan dan pembakaran juga terjadi pada ruangan Kantor Sekda, BPMK, dan Kantor Pengelolaan Keuangan. Selain itu, sejumlah kantor mengalami kerusakan akibat aksi massa.

Tangkapan layar video pembakaran bangunan pemerintah di Kabupaten Puncak, Selasa (11/8/2026). ANTARA/HO-Dokumen Pribadi
Fasilitas yang dirusak antara lain Kantor Badan Penanggulangan Bencana, Kantor Dinas Kominfo, Kantor Dinas Kesejahteraan Sosial, Kantor Inspektorat, Kantor Kesbangpol, Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Laboratorium Computer Assisted Test (CAT), halaman Kantor Bupati, serta Kantor Dinas Penanaman Modal.
Kapolres mengatakan, pihaknya bersama pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus melakukan langkah-langkah untuk menyikapi kejadian tersebut dan menjaga situasi tetap aman.
"Kami bersama pemerintah daerah dan unsur Forkopimda saat ini terus melakukan rapat bersama untuk menyikapi peristiwa ini dan mencari langkah terbaik agar situasi tetap aman dan kondusif," kata Domingos.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tidak melakukan tindakan yang justru merugikan diri sendiri maupun masyarakat luas.
"Kami mengharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi. Setiap persoalan, termasuk terkait dana desa, hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan jalur hukum yang berlaku," tegasnya.
Menurutnya, penyelesaian melalui dialog dan mekanisme hukum menjadi langkah penting agar persoalan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas. Pemerintah daerah dan aparat keamanan akan terus berupaya menjaga stabilitas dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kebijakan penyaluran dana desa.