KBRI Kolombo meresmikan Pusat Kebudayaan Indonesia di Sri Lanka sebagai ruang diplomasi budaya. (KBRI Kolombo)
Pusat Kebudayaan Indonesia Resmi Dibuka di Sri Lanka, Ada Kelas Bahasa dan Seni
Willy Haryono • 15 August 2026 18:28
Kolombo: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kolombo, Sri Lanka, resmi membuka Pusat Kebudayaan Indonesia atau Indonesia Cultural Centre (ICC) pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Pusat kebudayaan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat hubungan budaya dan pertukaran antarmasyarakat dengan Sri Lanka.
Berdasarkan keterangan KBRI Kolombo yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu, 15 Agustus 2026, Indonesia Cultural Centre diresmikan Duta Besar RI untuk Sri Lanka dan Maladewa Dewi Gustina Tobing. Menteri Buddhasasana, Urusan Keagamaan dan Kebudayaan Sri Lanka Prof. Hiniduma Sunil Senevi hadir sebagai tamu kehormatan.
Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah duta besar dan perwakilan misi diplomatik, akademisi, mahasiswa, seniman, serta pegiat seni dan budaya Sri Lanka.
ICC dibangun sebagai ruang bagi masyarakat Sri Lanka untuk mengenal dan mempelajari kebudayaan Indonesia secara langsung.
Pusat kebudayaan tersebut dilengkapi perpustakaan yang menyediakan buku dan berbagai bahan informasi mengenai Indonesia. ICC juga memiliki alat musik tradisional seperti Gamelan Jawa dan Angklung, Wayang Kulit dan Wayang Golek, ruang latihan tari tradisional, kelas bahasa Indonesia, serta fasilitas pemutaran film Indonesia.
Gamelan hingga Tari Tradisional
Peresmian ICC turut diramaikan sejumlah pertunjukan seni yang menampilkan keberagaman budaya Indonesia.Salah satu penampilan datang dari Gamelan Sekar Laras, kelompok gamelan Jawa yang beranggotakan musisi Sri Lanka yang sebelumnya mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari KBRI Kolombo.
Gamelan Sekar Laras membawakan karya Jawa “Lancaran Gugur Gunung." Pertunjukan tersebut mendapat sambutan dari para tamu dan memperkenalkan karakter musik gamelan Jawa kepada masyarakat Sri Lanka.
Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan Tari Tor Tor dari masyarakat Batak, Sumatra Utara. Tarian tersebut dibawakan para penari dari Sanka Samudhi Performing Art Foundation, Kalutara, Sri Lanka.
Sementara itu, Tari Legong Bapang Saba dari Bali dibawakan oleh staf KBRI Kolombo. Pertunjukan tersebut menampilkan gerakan dan ekspresi khas tari tradisional Bali.
Ketiga pertunjukan tersebut memperlihatkan keragaman seni Indonesia yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatra Utara, hingga Bali.
Keterlibatan seniman Sri Lanka dalam membawakan kesenian Indonesia juga menjadi bagian dari upaya membangun interaksi budaya antara kedua negara.
Buka Kelas Bahasa dan Seni
Keberadaan ICC diharapkan menjadi ruang baru bagi masyarakat Sri Lanka untuk berinteraksi dengan budaya Indonesia.Ke depan, ICC akan menyelenggarakan berbagai kursus dan program kebudayaan yang terbuka bagi masyarakat Sri Lanka. Program tersebut mencakup kursus bahasa Indonesia, kelas tari tradisional, serta kelas alat musik tradisional Indonesia.
Selain kursus, ICC akan menggelar lokakarya, pameran, pertunjukan seni tradisional, pemutaran film, dan berbagai program pertukaran budaya.
Melalui program tersebut, masyarakat Sri Lanka diharapkan tidak hanya mengenal kebudayaan Indonesia, tetapi juga dapat mempelajarinya dan berinteraksi secara langsung.
Pembukaan Indonesia Cultural Centre menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Sri Lanka melalui diplomasi budaya.
Kehadiran pusat kebudayaan tersebut juga membuka ruang bagi kolaborasi seniman dan komunitas dari kedua negara, sekaligus memperluas pemahaman masyarakat Sri Lanka terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Baca juga: Angklung Satukan Nusantara dan Sri Lanka di Indonesian Festival & Bazaar 2025