Gunung Anak Krakatau, dok: BNPB
Gunung Anak Krakatau Tumbuh Cepat, PVMBG Pastikan Kondisi Masih Aman
Whisnu Mardiansyah • 17 September 2026 17:53
Bandung: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM membenarkan pertumbuhan fisik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berlangsung pesat. Kendati demikian, kondisi gunung api tersebut masih dinyatakan aman.
Kepala PVMBG Rita Susilawati mengatakan pertumbuhan fisik Gunung Anak Krakatau merupakan bagian dari dinamika pembentukan gunung api muda. Kondisi tersebut saat ini belum menunjukkan potensi bahaya berupa keruntuhan lereng maupun tsunami.
Rita juga menyampaikan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau telah kembali pada pola erupsi strombolian normal dengan durasi singkat. Setelah erupsi pada awal September 2026, tidak tercatat letusan pada Senin, 14 September, dan Selasa, 15 September 2026.
"Potensi erupsi masih ada, tetapi jangan terlalu dikhawatirkan karena ini memang bagian dari dinamika pertumbuhan Anak Krakatau yang merupakan gunung api muda yang sedang membentuk tubuhnya," kata Rita di Bandung, seperti dilansir Antara, Kamis, 17 September 2026.
Menurut Rita, pertumbuhan fisik Gunung Anak Krakatau yang tergolong cepat dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya kondisi tektonik regional, arsitektur sistem magma yang telah terbuka, karakteristik magma dengan viskositas rendah atau lebih encer, serta tingginya frekuensi erupsi.
Perubahan arah subduksi lempeng tektonik dari wilayah Sumatra menuju Selat Sunda turut membuka jalur bagi magma untuk bergerak menuju permukaan.
Magma dengan suhu tinggi dan karakter cair tersebut kemudian menumpuk secara cepat sehingga membentuk morfologi tubuh Gunung Anak Krakatau.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Rita Susilawati memberikan keterangan di Bandung. (ANTARA/HO PVMBG)
Rita juga menyinggung potensi keruntuhan tubuh gunung atau flank collapse yang dapat memicu gelombang tsunami. Ia meminta masyarakat dan pengamat tidak panik dalam menyikapi kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini.
"Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau ini belum mengkhawatirkan bisa menjadi ancaman keruntuhan, karena tubuhnya sekarang ketinggiannya masih sekitar 150-an meter dan slope-nya (kemiringan lereng) juga masih landai. Jadi sekali lagi, saat ini kalau terjadi runtuhan itu tidak akan menyebabkan tsunami," ucap Rita.
PVMBG memastikan pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan selama 24 jam. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi setiap perubahan aktivitas vulkanik di gunung api yang berada di wilayah perairan perbatasan Lampung dan Banten tersebut.