Dinkes Sumsel Catat 348.708 Kasus ISPA hingga Agustus 2026

Kondisi udara di Jembatan Ampera, Kota Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Dinkes Sumsel Catat 348.708 Kasus ISPA hingga Agustus 2026

Whisnu Mardiansyah • 15 September 2026 18:40

Palembang: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan mencatat 348.708 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primades mengatakan perkembangan kasus ISPA selama delapan bulan pertama 2026 mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

"Kasus tertinggi pada periode awal tahun terjadi pada Februari dengan 51.115 kasus, kemudian Januari sebanyak 50.651 kasus," katanya di Palembang, seperti dilansir Antara, Selasa, 15 September 2026.

Memasuki triwulan kedua, jumlah kasus ISPA mulai menurun. Angka terendah tercatat pada Mei dengan 36.395 kasus dan Juni sebanyak 36.294 kasus. Namun, tren tersebut kembali berubah pada Agustus. Dinkes Sumsel mencatat 47.020 kasus ISPA pada bulan tersebut.
 


Secara keseluruhan, rata-rata kasus ISPA di Sumsel selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 43.589 kasus per bulan. Berdasarkan distribusi wilayah, Kota Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi. Hingga Agustus 2026, tercatat 113.883 kasus ISPA di wilayah tersebut.

Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya. Kabupaten Muara Enim menempati urutan kedua dengan 39.692 kasus, disusul Musi Banyuasin sebanyak 25.174 kasus. Berikutnya, Kabupaten Banyuasin mencatat 19.728 kasus, sedangkan Kabupaten Lahat mencapai 17.707 kasus.


Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: Antara.
 

Dinkes Sumsel terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan ISPA di seluruh kabupaten dan kota. Pengawasan terutama dilakukan dengan memperhatikan perubahan cuaca dan kualitas udara yang dapat memengaruhi kondisi pernapasan masyarakat.

Pemantauan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap kemungkinan peningkatan kasus ISPA pada bulan-bulan berikutnya hingga akhir 2026.

(Whisnu M)