Korban Tewas Serangan Bom di Kohat Pakistan Jadi 31 Orang, 100 Lebih Terluka

Serangan bom dan bersenjata di kompleks markas polisi Kohat, Pakistan, menewaskan sedikitnya 31 orang. (Anadolu Agency)

Korban Tewas Serangan Bom di Kohat Pakistan Jadi 31 Orang, 100 Lebih Terluka

Willy Haryono • 19 September 2026 11:59

Islamabad: Korban tewas akibat ledakan dan serangan bersenjata di kompleks markas kepolisian di Kohat, Pakistan, bertambah menjadi sedikitnya 31 orang, dengan lebih dari 100 lainnya terluka.

“Sedikitnya 31 orang, termasuk 16 personel kepolisian, tewas dan lebih dari 100 orang terluka sejauh ini dalam serangan militan,” kata seorang pejabat, seperti dilansir RTE, Sabtu, 19 September 2026.

Pertempuran antara aparat keamanan dan para penyerang masih berlangsung.

Serangan terjadi pada Jumat sore ketika para penyerang menyerbu kompleks Old Police Lines di Kohat, sebuah kota berpenduduk sekitar 220 ribu jiwa di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa (KP).

Menurut pejabat setempat, para penyerang menabrakkan sebuah mobil yang membawa bahan peledak ke fasilitas kepolisian ketika sejumlah polisi dan keluarga mereka sedang melaksanakan salat di sebuah masjid di dalam kompleks.

Kelompok militan lokal Ittehad-ul-Mujahideen Pakistan, yang disebut sebagai faksi yang terkait dengan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) atau Taliban Pakistan, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Kompleks kepolisian tersebut berfungsi sebagai markas kepolisian tingkat distrik. Sejumlah kantor penting berada di dalamnya, termasuk Counter Terrorism Department, Special Branch, serta beberapa unit kepolisian lainnya.

Seorang pejabat kepolisian mengatakan sejumlah militan masih bertahan di bagian Special Branch dalam kompleks tersebut. “Beberapa militan masih berlindung di bagian Special Branch di Kompleks Polisi Kohat,” kata pejabat tersebut.

“Pertukaran tembakan dengan mereka telah berlangsung sejak larut malam. Jumlah mereka secara pasti masih belum diketahui,” ujarnya.

Ketegangan Pakistan-Afghanistan

Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan terkait aktivitas kelompok militan di wilayah perbatasan.

Pakistan selama ini menuding kelompok militan yang beroperasi dari wilayah Afghanistan sebagai salah satu penyebab meningkatnya serangan di negaranya. Pemerintahan Taliban di Afghanistan membantah tuduhan tersebut.

Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat setelah Pakistan melakukan serangan udara di Afghanistan yang menurut Islamabad ditujukan terhadap kelompok-kelompok militan.

Pemerintahan Taliban dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya menyatakan puluhan warga sipil tewas akibat serangan udara Pakistan di wilayah Afghanistan bagian timur pada Juni.

Pakistan dan Afghanistan telah berulang kali terlibat ketegangan terkait keamanan di sepanjang perbatasan kedua negara, terutama menyangkut keberadaan kelompok militan yang dituduh melakukan serangan dari wilayah Afghanistan.

Baca juga: Bom Bunuh Diri di Pakistan Tewaskan 21 Orang, Termasuk 15 Polisi

(Willy Haryono)