PVMBG. (Metro TV/Iwan Gumilar)
PVMBG: Gunung Anak Krakatau Kembali ke Tipe Erupsi Normal
Iwan Gumilar • 15 September 2026 16:54
Bandung: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mengonfirmasi bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah kembali ke tipe erupsi normal atau tipe Strombolian. Dalam dua hari terakhir, tidak tercatat adanya aktivitas erupsi dari gunung api tersebut.
Meski demikian, PVMBG menegaskan potensi erupsi masih tetap ada sebagai bagian dari dinamika pertumbuhan alami sebuah gunung api muda. Kepala PVMBG Badan Geologi, Rita Susilawati, meminta masyarakat untuk tidak panik menghadapi dinamika vulkanik ini.
"Tipe erupsi yang normal, sebentar-sebentar saja, dua hari terakhir tidak ada erupsi. Jadi insyaallah ke depan kami terus memonitor, potensi erupsi masih ada, tapi jangan terlalu dikhawatirkan karena ini bagian dinamika pertumbuhan Anak Krakatau yang memang gunung ini adalah gunung api muda yang sedang membentuk tubuhnya," ujar Rita, Selasa, 15 September 2026.

Kepala PVMBG Badan Geologi, Rita Susilawati. (Metro TV/Iwan Gumilar)
Rita menjelaskan, pesatnya pertumbuhan konstruktif Gunung Anak Krakatau didorong oleh kombinasi beberapa faktor geologi regional. Salah satunya adalah zona pertemuan subduksi antar-lempeng yang mengalami perubahan arah dari Sumatera menuju Selat Sunda.
Kondisi tersebut membuka jalur magma sehingga magma meluncur naik ke atas tanpa hambatan berarti. Selain itu, arsitektur sistem magma gunung tersebut saat ini sudah terbuka, ditunjang karakteristik magma yang lebih encer (berviskositas rendah) dengan frekuensi erupsi yang sangat tinggi. Karakter magma cair dan meleleh ini membuat tubuh gunung terbentuk dengan relatif cepat.
Belum Berpotensi Tsunami
Mengenai ancaman bahaya dari pertumbuhan pesat tersebut, PVMBG memastikan hingga saat ini struktur fisik Gunung Anak Krakatau masih tergolong aman dari risiko runtuhan yang dapat memicu tsunami."Tapi apakah ini berbahaya? Sekali lagi bahwa ini adalah dinamika pertumbuhan gunung api muda, dan pertumbuhan Gunung Anak Krakatau ini belum mengkhawatirkan bisa menjadi ancaman keruntuhan karena tubuhnya masih 150-an meter, dan masih landai. Kalau menjadi runtuhan insyaallah tidak menyebabkan tsunami," tegas Rita.
Saat ini, PVMBG menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga). Tingkat aktivitas ini diberlakukan menyusul rangkaian erupsi dan peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi sejak awal September 2026. PVMBG pun terus memantau secara ketat perkembangan gunung api tersebut dari waktu ke waktu.