Ilustrasi. Foto: MI/Angga Yuniar
Dari Sensor hingga Data, Teknologi Digital Bisa Pantau Kerja Komponen Alat Berat
Whisnu Mardiansyah • 17 September 2026 21:31
Jakarta: Perkembangan teknologi digital mulai dimanfaatkan untuk membantu operator dan pelaku industri alat berat memantau kondisi komponen selama unit beroperasi. Pemantauan secara langsung tersebut dapat memberikan informasi mengenai tingkat keausan komponen hingga potensi gangguan pada alat.
Pemanfaatan teknologi tersebut diperkenalkan Multi Power Group dalam Mining Expo 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Multi Power Group menampilkan solusi komponen alat berat dengan tema “The Solution for Efficiency”.
Salah satu pendekatan yang ditawarkan mengandalkan pengumpulan dan pemantauan data untuk mengetahui kondisi komponen. Teknologi tersebut mencakup GET Detection dari MTG dan TRUST Technology dari ITM.
Bagi masyarakat awam, alat berat seperti ekskavator, buldoser, dan mesin pertambangan memiliki banyak komponen yang bekerja dalam kondisi berat. Komponen tersebut terus bergesekan dengan tanah, batu, lumpur, atau material lain sehingga mengalami keausan.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian ialah undercarriage. Secara sederhana, undercarriage merupakan bagian bawah alat berat yang menopang dan memungkinkan unit bergerak, terutama pada alat berat yang menggunakan sistem rantai.
Komponen undercarriage antara lain track link dan track shoe. Track link merupakan rangkaian mata rantai yang saling terhubung, sedangkan track shoe adalah bagian seperti pelat pijakan yang terpasang pada rantai dan bersentuhan langsung dengan permukaan tanah.
Ada pula idler, roller, sprocket, dan segment. Idler berfungsi membantu mengarahkan rantai, sedangkan roller menopang dan membantu pergerakan rantai. Sprocket merupakan roda bergigi yang menggerakkan rantai, sementara Segment merupakan bagian bergigi yang bekerja bersama rantai.
Selain Undercarriage, komponen lain yang banyak digunakan pada alat berat ialah ground engaging tools atau GET. Istilah tersebut merujuk pada bagian alat yang bersentuhan langsung dengan material saat bekerja.
Contohnya bucket tooth, yaitu gigi pada ujung bucket ekskavator atau alat sejenis yang digunakan untuk menggali dan mengoyak material. Ada pula adapter yang menjadi penghubung antara gigi dan bucket.
Sementara itu, cutting edge merupakan bagian tepi alat yang digunakan untuk memotong atau mengeruk material. End bit berada di bagian ujung sisi bucket dan membantu melindungi sekaligus mendukung proses pengerukan.
Teknologi digital memungkinkan kondisi sejumlah komponen tersebut dipantau dengan lebih terukur. Salah satunya GET Detection dari MTG yang digunakan untuk memantau kondisi teeth atau gigi pada bucket secara real-time. Sistem tersebut juga dapat memberikan peringatan ketika GET terlepas dari bucket.
Informasi tersebut dapat membantu pengguna mengetahui kondisi komponen tanpa hanya mengandalkan pemeriksaan secara manual. Peringatan dini juga dapat digunakan untuk mengantisipasi gangguan selama alat berat beroperasi.
Teknologi lainnya ialah TRUST Technology dari ITM. Sistem tersebut memungkinkan sejumlah parameter komponen dipantau secara real-time, termasuk suhu dan surface wear atau tingkat keausan permukaan.
Data tersebut dapat menjadi bagian dari pemantauan masa pakai komponen atau lifecycle. Dengan mengetahui kondisi komponen secara berkala, pengguna dapat menentukan kebutuhan perawatan dan penggantian berdasarkan kondisi penggunaan.
Multi Power Group juga menyediakan CTA (Custom Track Advice) dan CGA (Custom Ground Advice). Keduanya merupakan pendekatan berbasis data untuk membantu pengguna memantau kondisi undercarriage dan GET.
CTA berfokus pada komponen undercarriage, sedangkan CGA berkaitan dengan GET. Secara sederhana, layanan tersebut membantu pengguna mendapatkan gambaran mengenai kondisi komponen, tingkat keausan, serta kebutuhan penggantian.
Pemantauan kondisi komponen menjadi penting karena kerusakan atau keausan dapat memengaruhi waktu operasi alat berat. Dalam industri yang mengandalkan alat berat untuk pekerjaan pertambangan, konstruksi, pertanian, hingga kehutanan, waktu berhenti beroperasi atau downtime menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.
“Yang perlu dibandingkan bukan hanya berapa harga satu set undercarriage atau GET saat dibeli, tetapi berapa lama komponen tersebut bekerja, bagaimana performanya di lapangan, berapa banyak downtime yang dapat dikurangi, dan berapa cost per hour yang dihasilkan selama lifetime-nya,” ujar perwakilan manajemen Multi Power Group Joseph Effendy dalam keterangannya, Kamis, 17 September 2026.
Dalam konteks sederhana, cost per hour merupakan biaya yang dihitung berdasarkan penggunaan komponen untuk setiap jam operasi. Perhitungan tersebut memberikan gambaran biaya penggunaan komponen selama masa pakainya.
Pendekatan berbasis data juga membuat kondisi komponen dapat menjadi bagian dari evaluasi operasional. Data mengenai keausan, suhu, hingga masa pakai dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan tindakan perawatan atau penggantian.
Multi Power Group menampilkan teknologi dan solusi tersebut dalam Mining Expo 2026. Keikutsertaan perusahaan sekaligus memperlihatkan penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan komponen alat berat, dari pemantauan kondisi hingga pengelolaan masa pakai.