Mendiktisaintek Dorong Kampus Perkuat Kajian Isu Strategis Nasional

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menerima audiensi Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Mendiktisaintek Dorong Kampus Perkuat Kajian Isu Strategis Nasional

Achmad Zulfikar Fazli • 4 August 2026 20:41

Jakarta: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi memperkuat kontribusi melalui kajian berbasis riset yang dapat memperkaya rekomendasi kebijakan pada berbagai isu strategis nasional. Brian menilai kepakaran akademik berperan penting menghadirkan perspektif yang mendukung proses perumusan kebijakan.

Hal tersebut diungkapkan Mendiktisaintek Brian menanggapi kajian policy brief bertajuk "Transformasi Kebijakan Strategis Nasional untuk Ketahanan, Kemakmuran, dan Daya Saing Perekonomian Indonesia" yang dipaparkan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI).

"Analisis-analisis terhadap makroekonomi, kami juga banyak berharap teman-teman di AFEBI bisa melakukan diskursus-diskursus bagaimana kita membangkitkan economic growth," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.

Dia mendorong agar kajian yang disusun perguruan tinggi dikembangkan lebih fokus dan tematik. Sehingga, menghasilkan rekomendasi lebih mendalam, aplikatif, dan relevan terhadap isu-isu yang menjadi prioritas pembangunan nasional.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI Aurik Gustomo menyampaikan penyusunan policy brief merupakan bentuk kontribusi akademik AFEBI dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui rekomendasi kebijakan yang disusun berdasarkan hasil kajian akademisi dari berbagai fakultas ekonomi dan bisnis di Indonesia.

"Kami ingin setiap topik ini diperdalam. Kami akan melibatkan berbagai Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Indonesia sehingga kajian ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap program-program strategis nasional," ujar Aurik.

Ilustrasi perguruan tinggi. MI/Bary Fathahillah

Kajian yang dilakukan AFEBI memuat sembilan policy brief yang membahas berbagai isu strategis, meliputi hilirisasi, transisi energi, transformasi dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan ekosistem halal, kewirausahaan UMKM dalam hilirisasi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pembiayaan sosial nasional, serta mitigasi bencana.

Kajian tersebut disusun secara kolaboratif oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi anggota AFEBI. Kajian memuat analisis, identifikasi tantangan, serta rekomendasi kebijakan pada sembilan isu prioritas nasional sebagai bahan pengayaan perspektif dalam proses penyusunan kebijakan.

(Achmad Zulfikar Fazli)