IHSG Melemah 115 Poin ke 8.280

Ilustrasi. Foto: Dok MI

IHSG Melemah 115 Poin ke 8.280

Eko Nordiansyah • 24 February 2026 16:16

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini jatuh ke zona merah. IHSG sempat menguat tipis pada pembukaan perdagangan pagi ini, namun kemudian melemah seharian hingga Selasa sore, 24 Februari 2026.

Berdasarkan data RTI, IHSG turun 115,248 poin atau setara 1,37 persen ke posisi 8.280,833. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 8.428,050. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 8.259 dan tertinggi di posisi 8.437.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 60,687 miliar senilai Rp29,438 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.925,318 triliun dengan frekuensi sebanyak 3.408.527 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 153 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 567 saham melemah, dan 99 saham lainnya stagnan.

Baca Juga :

Rupiah Ditutup Turun ke Level Rp16.829 per USD



(Ilustrasi. Foto; Dok MI)
 

IHSG sebelumnya diprediksi menguat terbatas

Riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, IHSG ditutup lebih tinggi sebesar 124 poin, didukung oleh pembelian saham-saham berkapitalisasi besar dan komoditas di tengah sentimen global yang positif setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif Trump.

Sementara dari sektor Komoditas, harga minyak turun seiring meredanya ketegangan AS–Iran dan berkurangnya risiko gangguan pasokan, sementara kekhawatiran baru terkait tarif membebani prospek permintaan.

Harga emas naik didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven akibat memanasnya ketegangan perdagangan global dan risiko geopolitik di Timur Tengah.

Sementara itu, harga tembaga melemah setelah kenaikan tarif baru AS meningkatkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan global, sehingga menekan prospek permintaan logam industri.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG berpeluang menguat terbatas di rentang 8,270-8,455 hari ini. Keputusan BI menahan suku bunga serta rilis peningkatan uang beredar (M2) menopang optimisme, di tengah bayang-bayang risiko tarif Trump,” sebut analis KISI dalam risetnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)