Ilustrasi. Foto: Dok MI
IHSG Mendarat di Zona Hijau ke Level 8.322
Eko Nordiansyah • 25 February 2026 16:18
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini menguat ke zona hijau. IHSG sempat fluktuatif sejak pembukaan perdagangan pagi hingga Rabu sore, 25 Februari 2026.
Berdasarkan data RTI, IHSG naik 41,394 poin atau setara 0,50 persen ke posisi 8.322,227. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 8.318,145. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 8.259 dan tertinggi di posisi 8.373.
Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 51,740 miliar senilai Rp28,807 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.940,786 triliun dengan frekuensi sebanyak 2.841.654 kali.
Sore ini, tercatat sebanyak 336 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 335 saham melemah, dan 146 saham lainnya stagnan.
IHSG diprediksi akan koreksi terbatas
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengungkapkan, IHSG pada perdagangan hari ini akan mencoba untuk break resistance kuat di 8.450."Tapi hati-hati jika belum break di atas level, tersebut, IHSG masih memiliki peluang koreksi terbatas. Diperkirakan support IHSG 8.320-8.350 dan resist IHSG 8.450-8.500," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.
Adapun, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup naik 1,5 persen, disertai dengan net buy asing Rp1,1 triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BMRI, ANTM, TINS, dan TLKM.
Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa, didorong oleh kenaikan yang kuat di sektor teknologi, sementara investor menunggu laporan pendapatan Nvidia. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat naik 370,44 poin, atau 0,76 persen, menjadi 49.174,5. Indeks S&P 500 bertambah 52,32 poin, atau 0,77 persen, menjadi 6.890,07. Indeks Nasdaq Composite meningkat sebesar 236,41 poin, atau 1,04 persen, menjadi 22.863,68.
Di sisi lain, pasar saham Asia bervariasi pada Senin (23/2), sementara dolar AS melemah, seiring investor menunggu kejelasan kebijakan tarif AS. Sentimen pasar juga dibayangi hasil kinerja raksasa chip AI, Nvidia, yang dinilai akan menguji optimisme terhadap kenaikan sektor kecerdasan buatan pekan ini.
