Kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Istimewa
Kecelakaan Kereta di Bekasi Momentum Pembenahan Sistem Keselamatan Transportasi Nasional
Achmad Zulfikar Fazli • 28 April 2026 21:36
Jakarta: Anggota Komisi V DPR, Mori Hanafi, medesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pihak yang terlibat dalam insiden kecelakaan kereta api di Bekasi, termasuk perusahaan taksi yang diduga terkait. Dia menekankan kejadian ini harus menjadi momentum pembenahan serius sistem keselamatan transportasi nasional.
“Kami sangat prihatin atas tragedi ini. Penanganan korban harus menjadi prioritas utama,” ujar Mori dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.
Insiden bermula di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal, Bekasi, ketika sebuah taksi listrik Green SM berada di jalur rel dan tertabrak KRL yang melintas. Tabrakan tersebut menyebabkan gangguan operasional dan membuat rangkaian KRL terhenti di jalur.
Dalam situasi itu, kereta Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya yang melaju di lintasan yang sama terlibat kecelakaan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Rangkaian peristiwa itu menunjukkan adanya efek berantai dari insiden di perlintasan yang berujung pada kecelakaan antarkereta.
.jpeg)
Ilustrasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Dok. Tangkapan Layar
Baca Juga:
KNKT akan Investigasi Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur |
Mori menegaskan pemerintah tidak boleh berhenti pada penanganan darurat. Pemerintah harus segera melakukan evaluasi sistemik, termasuk terhadap operasional perusahaan transportasi yang terlibat.
“Pemerintah wajib memanggil manajemen Green SM dan memastikan seluruh armada yang beroperasi benar-benar laik jalan serta memenuhi standar keselamatan,” tegas dia.
Mori juga menyoroti pentingnya pengawasan di perlintasan yang kerap menjadi titik rawan kecelakaan. Di samping itu, dia mengapresiasi respons cepat pemerintah dan aparat di lapangan.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden, serta seluruh jajaran Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, dan Polri yang sigap melakukan evakuasi. Ini bukti kehadiran negara,” ujar legislator Partai NasDem asal NTB itu.