Rumah duka salah satu korban kecelakaan KRL Commuter Line dengan Kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur telah teridentifikasi bernama Ristuti Kustirahayu, warga Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Metro TV
Ristuti Sosok Ibu Pekerja Tangguh Korban Kecelakaan Kereta Dimakamkan di Wonogiri
28 April 2026 15:06
Wonogiri: Salah satu korban kecelakaan KRL Commuter Line dengan Kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur telah teridentifikasi bernama Ristuti Kustirahayu, warga Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejumlah warga dan tetangga mendatangi rumah duka. Sementara itu, jenazah korban dikebumikan di kampung halamannya, yakni di Wonogiri, Jawa Tengah.
Sejumlah warga dan tetangga mendatangi rumah duka almarhumah Ristuti Kustirahayu di Desa Sukamanah Residence, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Warga yang datang untuk melayat disambut oleh Ketua RT setempat lantaran pihak keluarga almarhum sudah bertolak ke Wonogiri.
Suami almarhum yang menjemput di Rumah Sakit Bella, Kota Bekasi, langsung membawa korban ke Wonogiri untuk memakamkan almarhum di kampung halamannya. Para tetangga mendapat kabar duka sekitar pukul 03.00 WIB Selasa dini hari terkait kepastian bahwa korban telah menjadi korban tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Almarhumah Ristuti Kustirahayu bekerja di sebuah industri rumahan di Jakarta. Korban biasanya berangkat kerja dengan menggunakan Kereta Listrik Komuter (KRL) dari Stasiun Cikarang. Suyatno, suami korban, biasanya mengantar dan menjemput korban saat berangkat dan pulang kerja.
Namun, pada Senin sore hingga malam, korban tak kunjung datang hingga akhirnya suami korban mendapat kabar tentang kecelakaan kereta. Suami korban yang ditemani seorang tetangga akhirnya mengetahui bahwa korban telah meninggal dunia di Rumah Sakit Bella, Kota Bekasi.
Sebanyak 14 penumpang yang menjadi korban tewas dalam tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, dipastikan seluruhnya berjenis kelamin perempuan.
.jpeg)
"Semuanya wanita yang kami lihat produktif, baik kuliah dan bekerja," kata Vice President Corporate Communications PT KAI, Anne Purba, di Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
Anne menerangkan bahwa saat ini proses identifikasi seluruh korban meninggal dunia masih terus dilakukan. Sebanyak lima dari 14 korban meninggal dunia telah teridentifikasi. Sementara itu, sembilan orang lainnya masih dalam proses identifikasi oleh pihak terkait.