Indonesia-Kanada Bidik Implementasi ICA-CEPA di Semester Kedua 2026

Duta Besar Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab dalam pertemuan bisnis di Montreal, Kanada. (Antara / KBRI Ottawa)

Indonesia-Kanada Bidik Implementasi ICA-CEPA di Semester Kedua 2026

Willy Haryono • 2 May 2026 19:32

Montreal: Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab mendorong agar implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) dapat segera terealisasi pada semester kedua 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Bisnis Indonesia-Kanada yang digelar KBRI Ottawa di Montreal, bertepatan dengan ajang Salon International de l'Alimentation (SIAL) Canada 2026.

“Perjanjian ini diharapkan dapat secara signifikan mempermudah kegiatan bisnis antara Indonesia dan Kanada, membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia, serta mendorong investasi Kanada ke Indonesia,” ujar Muhsin, dalam keterangan KBRI Ottawa yang dikutip Antara, Sabtu, 2 Mei 2026.

Forum bisnis yang dihadiri lebih dari 100 pelaku usaha dari kedua negara itu menjadi wadah strategis untuk mempertemukan sektor bisnis utama, termasuk makanan dan minuman, jasa keuangan, energi, dan industri kreatif.

Kegiatan tersebut memanfaatkan momentum SIAL Canada 2026 yang berlangsung pada 29 April hingga 1 Mei di Palais des Congrès de Montréal. Indonesia turut hadir melalui Paviliun Indonesia yang menampilkan berbagai produk unggulan nasional.

Perjanjian ICA-CEPA

ICA-CEPA telah ditandatangani saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Ottawa, Kanada, pada September 2025.

Muhsin menegaskan perjanjian tersebut diharapkan menjadi pendorong utama peningkatan perdagangan bilateral sekaligus memperluas akses pasar Indonesia ke Kanada dan kawasan Amerika Utara.

Dukungan juga datang dari anggota parlemen Kanada Yasir Naqvi, yang menilai ICA-CEPA dapat menjadi model kemitraan strategis Kanada dengan negara-negara Indo-Pasifik.

Pelaku usaha dari kedua negara menyambut positif perkembangan tersebut dan berharap ratifikasi dapat segera diselesaikan.

Sejumlah peserta bahkan melaporkan adanya komitmen tindak lanjut bisnis yang terjalin selama forum berlangsung.

Menurut Dubes Muhsin, kegiatan ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi KBRI Ottawa untuk memperkuat perdagangan, investasi, serta promosi produk unggulan Indonesia di pasar Kanada.

Acara juga dilengkapi dengan presentasi mengenai peluang bisnis Indonesia, kondisi makroekonomi nasional, serta promosi Trade Expo Indonesia 2026.

Baca juga:  Indonesia dan Kanada Resmikan ICA-CEPA, Hapus 95 Persen Hambatan Tarif Dagang

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)