Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan AS: Tempat Kalian Hanya di Dasar Teluk Persia

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Foto: Anadolu

Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan AS: Tempat Kalian Hanya di Dasar Teluk Persia

Dimas Chairullah • 1 May 2026 19:06

Teheran: Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, bersumpah untuk melindungi kemampuan nuklir dan rudal negaranya seraya melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS). 

Ia menegaskan bahwa satu-satunya tempat yang pantas bagi pasukan AS dan pihak asing di Teluk Persia adalah tenggelam di dasar perairannya.

Pernyataan bernada menantang tersebut dibacakan oleh pembawa acara televisi pemerintah bertepatan dengan perayaan nasional tahunan Hari Teluk Persia pada hari Kamis waktu setempat.

"Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer dan agresi terbesar oleh para pengganggu dunia di kawasan ini, serta kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru sedang terungkap untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz," ujar Khamenei, sebagaimana dikutip dari France 24, Jumat, 1 Mei 2026. 

Ini merupakan pesan resmi dari Khamenei yang belum pernah tampil di depan publik sejak pengangkatannya pada 9 Maret lalu, menyusul insiden serangan 28 Februari yang dilaporkan melukai dirinya dan menewaskan sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei.

Lebih lanjut, Khamenei menyebut AS sebagai "Setan Besar" dan mengeklaim bahwa pangkalan militer Washington di kawasan tersebut bahkan tidak mampu menjamin keamanan mereka sendiri. 

Ia turut memuji apa yang disebutnya sebagai kerangka hukum dan pengelolaan baru Iran atas Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut kini dikendalikan secara ketat oleh Teheran, yang dilaporkan memungut biaya tol hingga USD2 juta per kapal. 

Tindakan yang dikecam oleh negara-negara Teluk Arab sebagai bentuk pembajakan ini nyatanya telah memicu lonjakan harga minyak mentah Brent di pasar global hingga mencapai USD126 per barel.

Menyikapi blokade dan kendali Iran atas Selat Hormuz, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi diplomatik dan kebijakan baru untuk membuka kembali jalur penting tersebut. 

Menurut laporan, AS akan melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran guna melumpuhkan penjualan minyak dan memutus sumber pendapatan Teheran. 

Di tengah eskalasi ini, Pakistan menyatakan masih terus memfasilitasi pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, menyebut bahwa pihaknya akan sangat menyambut baik jika kedua belah pihak dapat menjalin komunikasi secara langsung untuk meredakan ketegangan.

Terkait isu nuklir, Khamenei memberikan sinyal kuat bahwa program nuklir dan rudal balistik Iran tidak akan pernah dikompromikan. Ia menyebut seluruh kemampuan teknologi tersebut sebagai aset nasional yang akan dilindungi layaknya menjaga kedaulatan wilayah. 

Sementara itu, di tengah berkecamuknya konflik eksternal, situasi penegakan hukum di dalam negeri Iran juga menjadi sorotan tajam. Otoritas Iran dilaporkan baru saja mengeksekusi gantung seorang atlet karate berusia 21 tahun bernama Sasan Azadvar terkait aksi protes nasional. 

Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, mencatat bahwa setidaknya 21 orang telah dieksekusi di Iran sejak dimulainya perang pada 28 Februari lalu, di tengah intensifnya penindakan keras terhadap kelompok oposisi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)