Mengenal System Shift, Kerangka Membaca Perubahan Global

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Mengenal System Shift, Kerangka Membaca Perubahan Global

Ade Hapsari Lestarini • 12 June 2026 15:23

Jakarta: Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, fragmentasi geopolitik, percepatan perkembangan kecerdasan buatan (AI), krisis institusi, dan tekanan ekonomi di berbagai belahan dunia, Raymond R. Tjandrawinata memperkenalkan sebuah kerangka baru untuk membaca perubahan dunia: System Shift.

Melalui buku berjudul System Shift: Reading the World as Structure in Motion, Raymond mengajak pembaca melihat perubahan besar jarang terjadi secara mendadak. Menurut dia, yang terlebih dahulu berubah adalah struktur yang menopang sistem dunia itu sendiri.

Selama lebih dari dua dekade, nama Prof. Raymond dikenal luas di dunia riset farmasi dan bioteknologi Indonesia. Ia merupakan salah satu tokoh utama di balik pengembangan Obat Modern Alami Integratif (OMAI) melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), pusat riset Dexa Group yang sejak berdiri pada 2005 telah menghasilkan ratusan publikasi ilmiah dan puluhan paten di bidang biomedis.

Namun melalui System Shift, Raymond melangkah melampaui disiplin asalnya dan membawa pendekatan berpikir sistemik ke dalam pembacaan perubahan global.

"Perubahan besar hampir tidak pernah muncul tiba-tiba. Krisis biasanya hanyalah permukaan dari tekanan struktural yang telah lama bergerak di dalam sistem," tulis Raymond dalam pengantar bukunya, dikutip Jumat, 12 Juni 2026.

Berangkat dari gagasan tersebut, System Shift dibangun atas pandangan manusia sering terlambat memahami perubahan, karena terlalu fokus pada peristiwa. Sementara struktur yang melahirkan peristiwa tersebut jarang dipahami secara menyeluruh.

Menurut buku tersebut, konflik geopolitik, disrupsi ekonomi, ketidakstabilan institusi, hingga perubahan sosial yang tampak mendadak sesungguhnya merupakan hasil akumulasi tekanan yang berlangsung perlahan di dalam sistem.


Ilustrasi. Foto: Magnific.
 

 

System Shift tidak terpisah dari dunia sains


Buku ini dikembangkan melalui tiga lapisan utama pembahasan. Pertama, menunjukkan berbagai peristiwa global pada dasarnya merupakan ekspresi dari proses struktural yang lebih dalam.

Kedua, menguraikan keterkaitan antara sistem ekonomi, politik, teknologi, lingkungan, dan institusi sosial yang dapat menciptakan kerentanan tersembunyi.

Ketiga, menerjemahkan kerangka tersebut ke dalam 13 instrumen operasional untuk membantu pembaca mengenali arah pergeseran sistem, membaca titik tekanan, dan memahami perubahan sebelum dampaknya muncul ke permukaan.

Bagi Raymond, pendekatan dalam System Shift tidak terpisah dari dunia sains. Cara berpikir berbasis sistem telah lama menjadi bagian dari riset biomedis, terutama dalam memahami kompleksitas biologis, merancang inovasi jangka panjang, serta membaca hubungan antarkomponen yang tidak selalu terlihat secara langsung. Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi refleksi yang lebih luas mengenai bagaimana sistem bekerja, berubah, dan mengalami tekanan dalam skala global.

Dengan lebih dari 200 publikasi internasional terindeks Scopus dan puluhan paten yang diakui secara nasional maupun global, Raymond dikenal sebagai salah satu ilmuwan multidisipliner Indonesia dengan rekam jejak riset yang luas di bidang biomedis dan inovasi farmasi. Ia juga merupakan penerima SINTA Awards pada 2018 dan 2020, anggota Sigma Xi, serta aktif dalam berbagai jejaring ilmiah internasional.

Sebagai Guru Besar Kehormatan Bioteknologi Farmasi di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Raymond juga dikenal sebagai pelopor pengembangan OMAI di Indonesia melalui platform DLBS. Salah satu produk hasil riset tersebut, Stimuno, telah dipasarkan hingga ke sejumlah negara di Asia dan Afrika.

Menurut Raymond, System Shift bukan sekadar buku tentang krisis global, melainkan upaya membangun cara pandang yang lebih struktural dalam memahami realitas.

"Dunia tidak berubah karena satu peristiwa tunggal, tetapi karena sistem yang menopangnya terus bergerak, menyerap tekanan, dan perlahan mengubah keseimbangan internalnya sendiri," jelas dia.

Melalui System Shift, dia berharap pembaca dapat memahami tantangan dunia modern tidak dapat dibaca hanya melalui fragmen peristiwa yang terpisah. Kemampuan memahami hubungan antarstruktur, mengenali pola tekanan yang tersembunyi, dan membaca arah perubahan menjadi kunci untuk memahami dinamika global yang semakin kompleks.

(Ade Hapsari Lestarini)