Trump Klaim Denuklirisasi Iran Berjalan Baik via Jalur Diplomasi di Qatar

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Klaim Denuklirisasi Iran Berjalan Baik via Jalur Diplomasi di Qatar

Willy Haryono • 1 July 2026 20:55

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan proses denuklirisasi Iran "berjalan dengan baik" di tengah berlanjutnya pembahasan antara Washington dan Teheran melalui jalur diplomatik di Qatar.

Sebelum bertolak ke North Dakota pada Rabu, 1 Juli 2026, Trump mengatakan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, telah menggelar pertemuan yang menurutnya berlangsung positif.

"Mereka mengadakan pertemuan yang sangat baik," kata Trump kepada awak media, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Trump juga menepis kekhawatiran mengenai kemungkinan kembalinya perang terbuka dengan Iran. Menurutnya, Teheran telah menunjukkan perkembangan positif.

"Mereka telah mengalami banyak kemajuan," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah The Wall Street Journal melaporkan Trump sempat membahas kemungkinan dimulainya kembali perang dengan para penasihat militernya, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Namun, laporan itu menyebut Trump untuk sementara memilih memprioritaskan jalur diplomasi.

Trump mengatakan operasi militer Amerika Serikat sebelumnya telah memberikan tekanan besar terhadap Iran, tetapi menilai proses diplomatik kini berjalan efektif.

"Kami menjalin hubungan dengan sangat baik," katanya.

Sementara itu, Bloomberg melaporkan pembahasan teknis di Qatar menunjukkan kemajuan seiring upaya Washington dan Teheran mencapai penyelesaian permanen atas konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Meski demikian, Iran membantah adanya pertemuan langsung yang dijadwalkan dengan pejabat Amerika Serikat. Teheran menegaskan seluruh komunikasi masih dilakukan melalui negara-negara perantara.

Sebelumnya, nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan mulai berlaku setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan tersebut menjadi kerangka kerja untuk mengakhiri konflik, termasuk penghentian permusuhan, pembahasan program nuklir Iran, pelonggaran sanksi, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pengaturan keamanan kawasan melalui proses negosiasi.

Baca juga:  Oposisi Israel Tuduh Netanyahu Berbohong soal Iran Punya Senjata Nuklir

(Willy Haryono)