PM Israel Benjamin Netanyahu. (Anadolu Agency)
Oposisi Israel Tuduh Netanyahu Berbohong soal Iran Punya Senjata Nuklir
Willy Haryono • 1 July 2026 20:44
Tel Aviv: Sejumlah pemimpin oposisi Israel menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan klaim yang tidak benar terkait program nuklir Iran. Mereka menilai Netanyahu berupaya menakut-nakuti publik menjelang pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Mantan Kepala Staf Militer Israel sekaligus pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, mengatakan pernyataan Netanyahu mengenai kepemilikan senjata nuklir oleh Iran tidak sesuai dengan fakta.
"Netanyahu mengatakan hal-hal yang tidak dapat diterima. Iran sama sekali tidak memiliki bom nuklir. Dia sedang merekayasa kenyataan untuk menakut-nakuti masyarakat Israel," kata Eisenkot dalam sebuah konferensi di Israel tengah, seperti dikutip Yedioth Ahronoth, Rabu, 1 Juli 2026.
Pernyataan itu merespons wawancara Netanyahu dengan Channel 14 sehari sebelumnya. Dalam wawancara tersebut, Netanyahu mengatakan telah "dua kali memasuki Iran untuk menyelamatkan Israel dari bom atom yang sudah berada di tangan Iran."
Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett juga membantah klaim tersebut. Menurutnya, pernyataan Netanyahu merupakan upaya mengubah narasi mengenai program nuklir Iran.
"Kemarin dikatakan bahwa Iran sudah memiliki bom nuklir. Itu bohong. Itu adalah upaya untuk menulis ulang sejarah," ujar Bennett.
Bennett juga mengkritik penanganan program nuklir Iran pada masa pemerintahan Netanyahu. Ia mengaku tidak menemukan rencana yang jelas saat menjabat sebagai perdana menteri pada 2021–2022.
Sementara itu, pemimpin oposisi lainnya, Yair Lapid, menilai hubungan luar negeri Israel memburuk di bawah kepemimpinan Netanyahu. Dalam pidatonya di Konferensi Herzliya, Lapid menyerukan tindakan lebih tegas terhadap kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat serta menyebut pemerintahan baru harus segera menangani persoalan tersebut apabila terjadi pergantian kekuasaan.
Selama ini, Iran terus menegaskan program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai, sementara Amerika Serikat dan Israel menuduh Teheran mengembangkan kemampuan yang dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir.
Baca juga: IAEA Tegaskan Inspeksi Nuklir di Iran Akan Tetap Berjalan Meski Ada Keberatan