CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir pada acara groundbreaking pembangunan PSEL di Bali. Foto: Tangkapan layar.
Danantara Resmikan Pembangunan PSEL Bali, Pangkas Emisi 640 Ribu Ton CO2/Tahun
Husen Miftahudin • 8 July 2026 09:55
Bali: Danantara Indonesia meresmikan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya, Bali, sebagai bagian dari upaya mempercepat pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih.
Peresmian ditandai dengan dimulainya pembangunan proyek (groundbreaking) dan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) yang menjadi tonggak penting pengembangan PSEL Denpasar Raya.
Chief Executive Officer (CEO) PT Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir mengatakan proyek PSEL Denpasar Raya telah memasuki fase penting melalui penandatanganan Power Purchase Agreement dan dimulainya pembangunan fasilitas tersebut.
"Pada hari ini, 8 Juli 2026, PSEL Denpasar Raya telah memasuki fase penting melalui agenda penandatanganan Power Purchase Agreement dan peresmian pembangunan PSEL, yang dimulai di Denpasar Raya," ujar Pandu dalam sambutannya pada acara groundbreaking pembangunan PSEL di Bali, Rabu, 8 Juli 2026.
Pandu menjelaskan PSEL Bali dirancang untuk memberikan manfaat bagi pengelolaan sampah, pengembangan energi hijau, serta perekonomian daerah dengan mengacu pada standar lingkungan European Industrial Emissions Directive (EU-IED).
Menurut dia, fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun, atau lebih dari 40 persen total timbunan sampah di Bali.
| Baca juga: Pemkot Denpasar Kebut Proyek PSEL, Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Dimulai |

(Ilustrasi tumpukan sampah yang siap diolah menjadi energi listrik. Foto: dok Istimewa)
Pangkas emisi karbon hingga 640 ribu ton CO2
Dari sisi lingkungan, PSEL Bali diproyeksikan mampu mengurangi emisi dari tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80 persen. Selain itu, proyek ini ditargetkan memangkas emisi karbon sekitar 640 ribu ton CO2 per tahun.
Pada sektor energi, fasilitas tersebut diperkirakan mampu menghasilkan energi hijau yang dapat memasok kebutuhan listrik sekitar 100 ribu rumah tangga di Bali.
PSEL Denpasar Raya memiliki nilai investasi sekitar Rp3 triliun. Proyek ini juga diperkirakan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Selain itu, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan lahan tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80 persen, sehingga mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
"Karena itu, mari kita bersama-sama mewujudkan Indonesia bersih dan aman, sehat, resik, indah, dimulai dari Bali," tutup Pandu.