Hegseth Kembali Soroti 'Woke' di Militer AS, Tunda Promosi Puluhan Perwira Senior

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. (Anadolu Agency)

Hegseth Kembali Soroti 'Woke' di Militer AS, Tunda Promosi Puluhan Perwira Senior

Willy Haryono • 3 June 2026 16:39

Washington: Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth dilaporkan memblokir promosi sembilan kolonel Angkatan Udara dan menunda kenaikan pangkat sedikitnya 24 perwira senior lainnya.

Informasi tersebut diungkap dalam laporan The Wall Street Journal yang terbit pada Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut laporan itu, Hegseth menargetkan sejumlah perwira berdasarkan ras, jenis kelamin, keterkaitan dengan program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (diversity, equity, and inclusion/DEI) pada pemerintahan sebelumnya, atau karena dianggap kurang loyal.

Namun, identitas sembilan kolonel yang promosi jabatannya diblokir belum dipublikasikan.

Selain di Angkatan Udara, Hegseth juga disebut menunda atau menghambat promosi sejumlah perwira senior di Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan komitmennya sejak awal menjabat untuk menyingkirkan perwira tinggi yang dianggap mendukung gerakan “Woke” di lingkungan militer Amerika Serikat.

Hegseth sebelumnya menuding pemerintahan mantan Presiden Joe Biden mempromosikan sebagian perwira demi memenuhi kuota keberagaman, bukan berdasarkan kemampuan.

Sepak Terjang Hegseth

Sejak dikonfirmasi sebagai menteri pertahanan, ia diketahui telah memberhentikan atau menonaktifkan lebih dari 20 perwira tinggi militer.

Beberapa pejabat senior yang dicopot antara lain Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal C.Q. Brown dan Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Lisa Franchetti.

Brown merupakan perwira kulit hitam pertama yang memimpin militer AS, sedangkan Franchetti menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi di Angkatan Laut AS.

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Pentagon Sean Parnell menegaskan promosi militer dilakukan berdasarkan prestasi.

“Kami tidak akan pernah mempertimbangkan warna kulit atau jenis kelamin anggota militer sebagai faktor dalam promosi,” kata Parnell, dikutip Anadolu Agency.

Menurut hukum AS, hanya presiden yang memiliki kewenangan mencoret nama perwira dari daftar promosi.

Menteri pertahanan hanya dapat merekomendasikan pencoretan tersebut secara tertulis kepada presiden.

Laporan WSJ menyebut belum jelas apakah Hegseth telah mengikuti prosedur resmi yang diwajibkan dalam proses penundaan atau pemblokiran promosi para perwira tersebut. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Menhan AS Kecam Kebijakan ‘Woke’ di Pentagon, Tak Mau Ada Jenderal Gemuk

(Willy Haryono)