Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Foto: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.
Pemprov DKI Dorong Ekosistem Musik Perkuat Jakarta Kota Global
Fachri Audhia Hafiez • 23 August 2026 09:52
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong penguatan ekosistem musik. Hal ini sebagai bagian dari langkah strategis meningkatkan daya saing Jakarta di kancah kota global.
“Jakarta bukan sekadar kota yang menghasilkan musisi-musisi berbakat, melainkan juga pasar musik yang dinamis dengan audiens yang antusias serta apresiasi publik yang kuat terhadap karya kreatif,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam keterangan resminya, dilansir Antara, Minggu, 23 Agustus 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan salah satunya lewat gelaran "Jakarta Beat Society 2026" di Live House, M Bloc, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 22 Agustus 2026. Perhelatan ini mempertemukan para musisi, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat luas guna memperluas jejaring serta membuka peluang bagi talenta lokal.
"Jakarta Beat Society menjadi wadah yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem kreatif. Kolaborasi seperti ini penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi talenta lokal dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif," jelas Rano.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta.
Rano menuturkan besar dan dinamisnya pasar musik Jakarta dibuktikan oleh tingginya minat musisi papan atas dunia yang menggelar konser di ibu kota, seperti grup idola K-pop BTS, Coldplay, hingga Bruno Mars. Hal ini menegaskan posisi Jakarta dalam peta industri musik regional dan global.
Guna menjaga tren positif tersebut, Pemprov DKI berjanji akan konsisten memperluas ruang berekspresi bagi pelaku industri kreatif di bidang seni, budaya, musik, serta perfilman, seperti halnya dukungan sektor audiovisual melalui Jakarta Film Commission.
Langkah ini diharapkan tak hanya memberi panggung bagi para kreator, melainkan juga memicu dampak pertumbuhan ekonomi bagi Jakarta.
“Bersama-sama, kita dapat membangun ekosistem musik yang inklusif, inovatif, dan kompetitif, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi talenta lokal untuk menampilkan musik Indonesia di kancah dunia,” tutup Rano.