Atasi Karhutla Kalsel, TNI AU Terbangkan A-400M Bawa Puluhan Pompa Air

Pesawat angkut berat Airbus A-4002M mengangkut kebutuhan penanganan karhutla di Kalsel. (istimewa)

Atasi Karhutla Kalsel, TNI AU Terbangkan A-400M Bawa Puluhan Pompa Air

Lukman Diah Sari • 25 August 2026 14:15

Banjarbaru: Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus diperkuat. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan dukungan pesawat angkut berat Airbus A-400M (registrasi A-4002M) dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang mendarat di Lanud Sjamsudin Noor, Kalsel, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Pesawat Airbus A-400M tersebut melaksanakan misi pengangkutan bantuan peralatan penanganan karhutla dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Kementerian Pertanian (Kementan).


Pesawat angkut berat Airbus A-4002M mengangkut kebutuhan penanganan karhutla di Kalsel. (istimewa)

Dukungan peralatan yang dibawa meliputi:
  • 50 unit mesin pompa air

  • 30 set pompa air

  • 19 koli masker

  • 2 koli bucket pump (3 assy)

"TNI AU siap mendukung arahan pemerintah dalam penanganan karhutla, yang merupakan bentuk gerak cepat TNI AU dalam mendukung arahan dan perintah Presiden RI. Seluruh dukungan yang tiba dioptimalkan agar dapat segera digunakan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Selatan," ujar Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 25 Agustus 2026.


Pesawat angkut berat Airbus A-4002M mengangkut kebutuhan penanganan karhutla di Kalsel. (istimewa)

Pengiriman menggunakan pesawat angkut berat TNI AU ini merupakan bentuk gerak cepat pemerintah dalam merespons kebutuhan logistik karhutla di wilayah Kalimantan. Kehadiran peralatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pemadaman, terutama dalam menyokong personel gabungan yang tengah berjibaku memadamkan api di berbagai titik rawan.

Dukungan tersebut juga menjadi cerminan sinergi lintas sektor antara Pemerintah Pusat, TNI AU, Kemenhan, Kementan, serta pemangku kepentingan lainnya. Melalui jalur udara, bantuan logistik diterbangkan demi memperkuat operasi pemadaman di darat dan melindungi masyarakat Kalsel dari ancaman kabut asap.

(Lukman Diah Sari)