Petugas gabungan berupaya melakukan penanganan kebakaran lahan di Jalan Yos Sudarso Palangkaraya, 21 Agustus 2026. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)
473 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan Selatan
Silvana Febiari • 25 August 2026 11:15
Banjarbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 473 titik panas (hotspot) di Kalimantan Selatan. Titik panas tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, dengan jumlah terbanyak terdeteksi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tapin, dan Banjar.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalimantan Selatan, Utari Randiana, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan Sistem Informasi Hotspot Kalimantan per pukul 07.00 WITA.
"Dari total 473 titik panas tersebut, sebanyak 425 titik memiliki tingkat kategori sedang, 32 titik kategori tinggi, dan 16 titik dengan kategori rendah. Kategori sedang menjadi yang paling dominan dengan proporsi sekitar 89,9 persen," kata Utari, dilansir dari Antara, Selasa, 25 Agsutus 2026.
Dalam hasil pemantauan tersebut, terdapat dua wilayah yang tidak terdeteksi titik panas, yaitu Banjarmasin dan Balangan.
Titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang tersebar di 11 kabupaten dan kota, yakni Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin, dan Kota Banjarbaru.
Sementara kategori tinggi tersebar di tujuh kabupaten dan kota, yakni Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Tapin, dan Kota Banjarbaru.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 118 titik. Kemudian disusul Kabupaten Tapin sebanyak 102 titik dan Kabupaten Banjar sebanyak 99 titik.
Ketiga wilayah tersebut menjadi daerah dengan jumlah deteksi titik panas tertinggi berdasarkan hasil pemantauan BMKG.
Untuk kategori sedang, sebaran titik panas mencakup seluruh 11 kabupaten dan kota. Sedangkan kategori tinggi terdeteksi di tujuh kabupaten dan kota.

Petugas melakukan pemadaman lahan di wilayah Kota Palangkaraya. (ANTARA/Auliya Rahman.)
Selain tiga wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, titik panas juga terdeteksi di Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarbaru, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut. Sebaran tersebut merupakan hasil pemantauan berdasarkan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi.
Selain memantau titik panas, BMKG juga mengeluarkan peringatan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hasilnya, hampir seluruh wilayah di 13 kabupaten dan kota berada di zona merah yang menandakan tingkat bahaya karhutla sangat tinggi.