Prediksi Harga Emas Minggu Ini: Antam Diramal Tembus Rp3,15 Juta

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Prediksi Harga Emas Minggu Ini: Antam Diramal Tembus Rp3,15 Juta

Insi Nantika Jelita • 8 March 2026 15:28

Jakarta: Harga emas diproyeksikan masih bergerak fluktuatif seiring dinamika harga emas dunia yang berpotensi menembus level resistance dalam waktu dekat. Jika tren penguatan berlanjut, harga logam mulia Antam di pasar domestik diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp3,15 juta per gram dalam beberapa waktu ke depan.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan perdagangan harga emas dunia pada Sabtu pagi, 7 Maret 2026, ditutup di USD5.171 per ons troi. Sementara itu, harga logam mulia domestik ditutup di Rp3,059 juta per gram.

Ia menjelaskan, apabila harga emas dunia mengalami penurunan hingga support pertama di level USD5.095 per ons troi, maka kemungkinan besar logam mulia akan ditransaksikan di kisaran Rp3,030 juta per gram. Kemudian, jika harga emas dunia turun ke support kedua di USD4.959 per ons troi, maka harga logam mulia berpotensi berada di sekitar Rp2,9 juta per gram.

Sebaliknya, apabila harga emas dunia naik ke resistance pertama di USD5.229 per ons troi, maka harga logam mulia pada perdagangan Senin berpeluang berada di level Rp3,095 juta per gram.

"Apabila dalam satu minggu harga emas dunia naik di resistance kedua di USD5.395 per ons troi, kemungkinan besar logam mulianya di Rp3,150 juta per gram," kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Minggu, 8 Maret 2026.
 

Baca juga: Harga Emas Antam Segram Rp3,059 Juta Hari Ini, Simak Rincian Lengkapnya


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Ketegangan Iran dengan AS dan Israel semakin meningkat


Lebih lanjut, Ibrahim menilai pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh pergerakan indeks dolar AS. Dalam sepekan ke depan, indeks dolar (DXY) diperkirakan bergerak pada level support di 97,60 dan resistance di 99,30. Menurut dia, fluktuasi harga emas dunia dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain kondisi geopolitik, dinamika politik Amerika Serikat, perang dagang, serta kebijakan bank sentral Amerika.

Ibrahim menyoroti faktor geopolitik sebagai salah satu pendorong utama pergerakan harga emas. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel disebut semakin meningkat dari hari ke hari. Konflik yang terjadi juga melibatkan kelompok oposisi seperti suku Kurdi yang diminta Amerika untuk melawan Iran, meskipun pada akhirnya pasukan Kurdi tersebut berhasil dilumpuhkan.

"Di samping itu pun juga harga emas dunia logam mulia pun juga dijadikan sebagai safe haven," kata Ibrahim.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)