Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)
KTT ke-18 BRICS: Putin Desak DK PBB Diperluas agar Lebih Representatif
Willy Haryono • 12 September 2026 19:16
New Delhi: Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan perluasan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dengan menambah keterwakilan negara-negara dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Pernyataan itu disampaikan Putin saat menghadiri KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India, Sabtu, 12 September 2026.
Putin mengatakan Rusia menaruh perhatian besar terhadap upaya mempertahankan dan memperkuat peran sentral PBB dalam urusan global. Ia juga mendorong negara-negara BRICS terus bekerja sama meningkatkan efektivitas organisasi tersebut.
“Secara alami, perluasan Dewan Keamanan PBB—khususnya dengan meningkatkan keterwakilan negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin—akan berkontribusi terhadap tujuan ini,” kata Putin, menurut transkrip Kremlin yang dikutip Anadolu Agency.
Putin menilai kebutuhan untuk memperbaiki institusi ekonomi global seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) juga telah berlangsung lama.
Menurut dia, lembaga-lembaga tersebut menghadapi kesulitan beradaptasi dengan realitas politik dan ekonomi saat ini.
Meski demikian, Putin menyebut IMF, WTO, dan Bank Dunia tetap menjadi saluran penting untuk dialog di antara negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia.
Ia menyerukan koordinasi yang lebih kuat di antara negara-negara BRICS dalam ketiga institusi tersebut.
Putin Dorong Peran BRICS
Putin juga menyoroti potensi BRICS dalam tatanan global yang semakin multipolar. Ia mengatakan negara-negara anggota BRICS memiliki kemampuan intelektual dan teknologi yang besar.Menurut Putin, kemampuan tersebut menjadi salah satu keunggulan utama kelompok tersebut.
Ia menyebut BRICS telah menempatkan diri sebagai salah satu pusat utama tata kelola global. Menurutnya, perkembangan politik internasional, keamanan, kerja sama ekonomi, hingga urusan kemanusiaan semakin bergantung pada keputusan bersama negara-negara BRICS.
Putin mengatakan negara-negara BRICS perlu bekerja sama memperkuat multilateralisme, melibatkan lebih banyak negara dalam tata kelola global, serta meningkatkan partisipasi mereka di berbagai institusi internasional utama.
Namun, Putin mengakui pembentukan tatanan dunia multipolar menghadapi berbagai tantangan.
Kritik terhadap Perang Tarif dan Sanksi
Putin menilai perubahan menuju dunia multipolar mendapat perlawanan dari pihak-pihak yang masih berpikir dalam kerangka kolonial. Ia mengkritik pandangan yang membagi dunia menjadi kelompok negara yang dianggap maju dan kelompok yang dianggap tertinggal.“Mereka tidak mau menerima kenyataan yang berubah dan berusaha dengan segala cara untuk menahan para pesaing mereka yang sedang bangkit,” kata Putin.
Menurut Putin, upaya tersebut dilakukan melalui berbagai cara, termasuk perang tarif, sanksi, dan penggunaan kekuatan.
Pernyataan Putin disampaikan ketika BRICS terus memperluas peran dan keanggotaannya dalam politik serta ekonomi global. Kelompok tersebut kini mencakup sejumlah negara besar dari Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Baca juga: Presiden Tiongkok Xi Jinping Desak BRICS Dorong Perdamaian di Timur Tengah