Presiden Tiongkok Xi Jinping Desak BRICS Dorong Perdamaian di Timur Tengah

Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Anadolu Agency)

Presiden Tiongkok Xi Jinping Desak BRICS Dorong Perdamaian di Timur Tengah

12 September 2026 18:52

New Delhi: Presiden Tiongkok Xi Jinping mendesak negara-negara anggota BRICS membantu mendorong perdamaian di Timur Tengah, dengan menyebut perang yang berlangsung di kawasan tersebut tidak melayani kepentingan bersama masyarakat internasional.

Seruan itu disampaikan Xi dalam KTT BRICS di New Delhi, India, Sabtu, 12 September 2026, di tengah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah berdampak terhadap infrastruktur sipil dan militer serta mengganggu pasokan energi global.

“Situasi di Timur Tengah dan kawasan Teluk terus berkembang. Perang di sana telah menyebabkan kerugian serius bagi masyarakat di seluruh kawasan dan tidak melayani kepentingan bersama masyarakat internasional,” kata Xi, dikutip kantor berita Xinhua.

Xi menyerukan negara-negara BRICS untuk “berdiri teguh di sisi sejarah yang benar." Menurut dia, Tiongkok akan bekerja sama dengan anggota BRICS lainnya untuk memainkan peran dalam mewujudkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah serta kawasan Teluk.

Xi juga mendorong BRICS memimpin upaya meningkatkan saling pengertian antarperadaban dan memperbaiki tata kelola global.

Xi Tolak Konfrontasi Blok

Dalam pidatonya, Xi menggambarkan BRICS sebagai salah satu platform kerja sama paling berpengaruh bagi negara-negara pasar berkembang dan negara berkembang.

Ia menegaskan penolakan terhadap “mentalitas Perang Dingin dan konfrontasi blok." Xi meminta BRICS menentang pelanggaran terhadap kedaulatan negara lain serta campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain.

Xi juga menyerukan penolakan terhadap segala bentuk proteksionisme. Menurut dia, BRICS perlu memperkuat peran negara-negara Global South dalam tata kelola global, termasuk di ruang siber, ruang angkasa dan laut dalam.

“BRICS harus menjadi pelopor dalam meningkatkan tata kelola global,” ujar Xi.

Ia turut meminta kelompok tersebut menjaga kewibawaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan memperkuat kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI).

BRICS di Tengah Perang AS-Iran

KTT BRICS di New Delhi berlangsung ketika perang AS-Iran masih berlanjut. Pertemuan tersebut dihadiri Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran, selain para pemimpin negara anggota lainnya. Konflik Rusia-Ukraina juga masih berlangsung setelah memasuki tahun keempat.

Tiongkok dijadwalkan mengambil alih kepemimpinan bergilir BRICS pada tahun depan setelah masa kepemimpinan India berakhir.

Pada Minggu besok, para pemimpin BRICS dijadwalkan menghadiri sesi terbuka bertajuk “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth.”

Menurut data yang dikutip BRICS, kelompok tersebut kini mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen produk domestik bruto (PDB) global dan 26 persen perdagangan global.

KTT BRICS sebelumnya digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada 2025. Tiongkok akan menjadi tuan rumah KTT berikutnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Menghadiri KTT BRICS Sebagai Anggota Penuh