Brantas Abipraya sukses meraih empat penghargaan dalam ajang Top GRC Awards. Foto: dok Brantas Abipraya
Brantas Abipraya Komitmen Tingkatkan Kualitas Penerapan GRC
Husen Miftahudin • 12 September 2026 16:04
Jakarta: PT Brantas Abipraya (Persero) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) di seluruh lini organisasi.
Komitmen tersebut membuat perusahaan sukses meraih empat penghargaan yang mencakup tingkat korporasi hingga jajaran pimpinan dan Dewan Komisaris, diantaranya TOP GRC Awards 2026 #5 Star untuk PT Brantas Abipraya (Persero), The Most Committed GRC Leader 2026 untuk Direktur Utama Agung Fajawanto.
Kemudian The High Performing Finance & Risk Management Director on GRC 2026 untuk Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Suradi, serta The High Performing Boards of Commissioners on GRC 2026 untuk Dewan Komisaris PT Brantas Abipraya (Persero).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas penerapan GRC di Brantas Abipraya yang didukung sistem dan infrastruktur GRC serta implementasi Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, dan manajemen kepatuhan untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
"Empat penghargaan ini menjadi apresiasi atas penerapan GRC di Brantas Abipraya sekaligus pengingat untuk terus melakukan penguatan. Bagi kami, GRC bukan sekadar memenuhi aspek compliance, tetapi menjadi fondasi dalam mengambil keputusan yang terukur, mengelola risiko, dan menjaga keberlanjutan bisnis," ungkap Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana dalam siaran pers, Sabtu, 12 September 2026.
Menurut Dian, penerapan GRC yang efektif perlu menjadi bagian dari proses bisnis, bukan hanya berfungsi sebagai mekanisme pengawasan maupun pelaporan. Integrasi antara tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, dan proses bisnis dinilai penting untuk memastikan setiap keputusan perusahaan dilakukan secara prudent sekaligus mampu merespons dinamika dan peluang bisnis.
"GRC harus hadir dalam proses bisnis sejak awal. Dengan tata kelola yang kuat, pengelolaan risiko yang terukur, dan kepatuhan yang konsisten, kami ingin memastikan setiap keputusan bisnis tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan nilai dan menjaga keberlanjutan perusahaan ke depan," jelas Dian.

(Ilustrasi. Foto: dok Brantas Abipraya)
Peran pimpinan perkuat budaya GRC
Empat penghargaan yang diterima Brantas Abipraya juga mencerminkan pentingnya tone from the top dalam membangun budaya GRC. Pengakuan bagi Direktur Utama sebagai The Most Committed GRC Leader, penghargaan bagi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, serta penghargaan bagi Dewan Komisaris menunjukkan penguatan GRC membutuhkan keterlibatan dan keteladanan dari seluruh jajaran pimpinan perusahaan.
Bagi Brantas Abipraya, penguatan GRC menjadi bagian dari upaya memastikan pertumbuhan bisnis berjalan dengan pengelolaan risiko yang baik dan tetap berada dalam koridor tata kelola serta kepatuhan. Pendekatan tersebut mendorong GRC tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme kontrol, tetapi juga memberikan perspektif dalam menentukan arah dan kualitas keputusan bisnis.
Dian menambahkan, penghargaan TOP GRC Awards 2026 bukan menjadi titik akhir, melainkan bagian dari proses continuous improvement perusahaan. "Ke depan, kami akan terus mendorong agar GRC semakin terintegrasi dengan strategi dan proses bisnis, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penciptaan nilai perusahaan," tambah Dian.
Sejalan dengan arah tersebut, Brantas Abipraya terus mendorong penerapan GRC yang semakin terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada penciptaan nilai. Penguatan tersebut diharapkan mendukung perusahaan menghadapi dinamika industri konstruksi sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
"Melalui penerapan GRC yang konsisten, Brantas Abipraya berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan risiko, dan memastikan kepatuhan menjadi bagian dari budaya perusahaan. Dengan demikian, GRC tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban, tetapi menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, menciptakan nilai, dan mendukung kontribusi terhadap pembangunan perekonomian nasional," tutup Dian.