Brantas Abipraya Perkuat Kompetensi SDM Lewat Sertifikasi MSDM

Program Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Foto: dok Brantas Abipraya.

Brantas Abipraya Perkuat Kompetensi SDM Lewat Sertifikasi MSDM

Husen Miftahudin • 11 September 2026 10:20

Jakarta: PT Brantas Abipraya (Persero) memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui program Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Program tersebut menyediakan akses sertifikasi gratis bagi 100 peserta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
 
Program ini tidak hanya menyasar insan Brantas Abipraya. Mahasiswa, mahasiswi, dan mitra perusahaan juga mendapat kesempatan mengikuti program pengembangan kompetensi di bidang MSDM. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas manfaat pengembangan kompetensi sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem SDM yang berkualitas.
 
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal Brantas Abipraya Purnomo mengatakan sertifikasi kompetensi bukan sekadar sarana memperoleh pengakuan formal. Program tersebut menjadi bagian dari investasi perusahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
 
"Antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, tercermin dari 300 pendaftar yang mengikuti proses seleksi dan 100 peserta terpilih untuk melanjutkan ke tahap sertifikasi," ungkap Purnomo seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 11 September 2026.
 
"Kami ingin memastikan kesempatan pengembangan kompetensi ini diberikan kepada peserta yang siap dan memiliki komitmen untuk terus belajar. Karena itu, kegiatan ini bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi menjadi bagian dari investasi Brantas Abipraya dalam membangun Human Capital yang kompeten dan siap menjawab tantangan industri," tambah dia.
 
Menurut Purnomo, perkembangan industri konstruksi yang dinamis menuntut perusahaan dan SDM di dalamnya untuk terus meningkatkan kemampuan. Perubahan teknologi, digitalisasi, regulasi ketenagakerjaan, serta tuntutan tata kelola perusahaan yang semakin tinggi turut meningkatkan kebutuhan terhadap kompetensi SDM.
 
"Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan pengalaman tersebut didukung kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan," papar dia.
 



(Brantas Abipraya menggelar program Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Foto: dok Brantas Abipraya)
 

Peserta dibekali kompetensi pengelolaan SDM

 
Program sertifikasi MSDM membekali peserta dengan sejumlah kompetensi yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia. Materi yang diberikan mencakup penyusunan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), remunerasi, administrasi pengupahan, jaminan sosial, hubungan kerja, serta pembelajaran dan pengembangan SDM.
 
Purnomo menilai penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan perubahan peran fungsi Human Capital di perusahaan. Fungsi tersebut tidak lagi hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi berkembang menjadi mitra strategis dalam memastikan kesiapan SDM, kompetensi, organisasi, dan sistem untuk mendukung strategi perusahaan.
 
"Ketika perusahaan ingin tumbuh, kita harus memastikan talent yang kita miliki siap untuk tumbuh dan bertransformasi. Ketika perusahaan menghadapi tantangan baru, kita harus memiliki insan yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut," jelasnya.
 
Pemberian sertifikasi secara gratis kepada 100 peserta melalui program TJSL menjadi bagian dari upaya Brantas Abipraya memperluas manfaat pengembangan kompetensi. Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta secara individu, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas ekosistem yang berkaitan dengan industri konstruksi.
 
Langkah ini sekaligus memperkuat budaya pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan Brantas Abipraya. Perusahaan mendorong semakin banyak insan memiliki kompetensi yang diakui melalui pengembangan internal maupun sertifikasi profesional.
 
Purnomo berharap peserta menjadikan pelatihan dan sertifikasi sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, bukan sekadar memenuhi formalitas.
 
"Melalui program ini, Brantas Abipraya berharap peserta tidak menjadikan pelatihan dan sertifikasi sebagai formalitas, melainkan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas perspektif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perusahaan dan lingkungan sekitarnya. Perusahaan yang kuat adalah perusahaan yang memiliki manusia-manusia yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan mampu bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama," tutup Purnomo.

(Husen Miftahudin)