RUPSLB Penggabungan Anak Perusahaan PT Brantas Energi. Foto: dok Brantas Abipraya.
Konsolidasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Gabungkan Dua Anak Usaha
Husen Miftahudin • 5 September 2026 18:31
Jakarta: PT Brantas Abipraya (Persero) mempercepat penataan ekosistem usaha melalui aksi korporasi pada anak usahanya, PT Brantas Energi. Langkah tersebut dilakukan dengan menggabungkan PT Buana Enjiniring Konsultan (BEK) dan PT Guna Rogate Indah (GRI) ke dalam PT Graha Investama Bersama (GIB).
Persetujuan aksi korporasi tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Penggabungan Anak Perusahaan PT Brantas Energi pada 4 September 2026.
Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui penggabungan BEK dan GRI ke dalam GIB sebagai perusahaan penerima penggabungan. Persetujuan juga mencakup Rancangan Penggabungan, konsep Akta Penggabungan, serta perubahan Anggaran Dasar GIB.
Langkah ini menjadi bagian dari program streamlining anak usaha Brantas Abipraya. Penataan tersebut sejalan dengan arah transformasi ekosistem BUMN yang mendorong struktur grup lebih ramping, fokus, efisien, dan mampu menciptakan nilai lebih besar.
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal Brantas Abipraya Purnomo mengatakan transformasi struktur korporasi menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat fundamental perusahaan sekaligus mempertajam arah bisnis.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam pertemuan pada 2 September 2026 yang menekankan pentingnya penataan struktur dan fokus bisnis untuk membangun perusahaan yang lebih sehat dan kompetitif.
"Transformasi korporasi bukan hanya tentang menata struktur, tetapi juga memastikan perusahaan memiliki fokus bisnis yang semakin tajam dan mampu bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan pembangunan," ujar Purnomo seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 5 September 2026.
"Dengan struktur yang lebih ramping dan fokus bisnis yang semakin kuat, Brantas Abipraya diarahkan menjadi perusahaan konstruksi yang semakin profesional dan sehat, sekaligus mampu menghasilkan nilai yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia," lanjut dia.
Bagi Brantas Abipraya, penggabungan tersebut tidak hanya menjadi aksi korporasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun struktur entitas usaha yang lebih efektif. Penataan dilakukan untuk memastikan setiap entitas memiliki fungsi dan kontribusi yang jelas terhadap strategi perusahaan.
Tingkatkan efisiensi
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan langkah tersebut menjadi tindak lanjut perusahaan atas arah transformasi dan penataan ekosistem BUMN. "Brantas Abipraya terus mendukung dan mengakselerasi arahan transformasi Danantara melalui langkah-langkah nyata di seluruh entitas usaha," papar dia.
"Streamlining anak usaha menjadi salah satu upaya penting untuk memastikan struktur perusahaan semakin efektif, fungsi setiap entitas semakin jelas, dan sumber daya dapat diarahkan secara lebih optimal untuk menciptakan nilai," sambung Dian.
Menurut Dian, konsolidasi melalui penggabungan BEK dan GRI ke dalam GIB diharapkan menghasilkan struktur usaha yang lebih sederhana sekaligus memperkuat sinergi dalam ekosistem Brantas Abipraya.
"Bagi kami, streamlining bukan sekadar merampingkan jumlah entitas, tetapi bagaimana membangun struktur bisnis yang lebih sehat, fokus, dan menjadi penggerak pertumbuhan terhadap kinerja. Dengan struktur yang lebih sederhana, proses pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, serta sinergi antarbisnis diharapkan dapat berjalan lebih efektif," jelasnya.
Dalam RUPSLB tersebut, GIB ditetapkan sebagai perusahaan penerima penggabungan. Setelah penggabungan berlaku sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, aktiva dan pasiva BEK serta GRI akan beralih karena hukum kepada GIB.
Sementara itu, status badan hukum BEK dan GRI berakhir karena hukum. Setelah penggabungan, modal ditempatkan dan disetor GIB meningkat dari Rp163,94 miliar menjadi Rp194,20 miliar.
Proses penggabungan BEK dan GRI sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan persetujuan organ perusahaan serta penyampaian informasi kepada pemangku kepentingan.
Rancangan Penggabungan disusun Direksi GIB, BEK, dan GRI serta telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada Mei 2026. Informasi mengenai rencana penggabungan juga telah disampaikan kepada karyawan dan diumumkan kepada publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
.jpeg)
(Penggabungan dua entitas anak usaha Brantas Energi antara PT BEK dan PT GRI ke dalam PT GIB. Foto: dok Brantas Abipraya)
Fokus perkuat fundamental
Dian menegaskan transformasi struktur entitas usaha menjadi bagian dari agenda jangka panjang Brantas Abipraya untuk memperkuat fundamental perusahaan.
"Kami ingin memastikan setiap entitas dalam ekosistem Brantas Abipraya benar-benar memberikan kontribusi terhadap penciptaan nilai. Karena itu, penataan portofolio dan konsolidasi menjadi bagian dari perjalanan transformasi perusahaan untuk menjadi lebih agile, kompetitif, dan berkelanjutan," ucap Dian.
Agenda streamlining tersebut juga sejalan dengan arah transformasi BUMN yang didorong Danantara Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan pengelolaan portofolio perusahaan negara.
Dian mengatakan Brantas Abipraya akan memastikan setiap proses penataan dilakukan dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik dan memperhatikan kepentingan para pemangku kepentingan.
"“Transformasi yang sedang berjalan di ekosistem BUMN membutuhkan konsistensi dalam eksekusi. Brantas Abipraya akan terus memastikan setiap langkah penataan dilakukan dengan prinsip tata kelola yang baik, tetap memperhatikan kepentingan pemangku kepentingan, dan pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yaitu menciptakan perusahaan yang lebih kuat dan memberikan nilai yang semakin besar bagi negara," tutup Dian.