Modi Sebut Kepercayaan Global South terhadap BRICS Terus Meningkat

PM India Narendra Modi. (Anadolu Agency)

Modi Sebut Kepercayaan Global South terhadap BRICS Terus Meningkat

Willy Haryono • 13 September 2026 15:40

New Delhi: Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan kepercayaan negara-negara Global South terhadap BRICS semakin meningkat di tengah bertambahnya ketegangan dan berbagai krisis di dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Modi saat membuka sesi pertemuan yang diperluas pada hari kedua KTT ke-18 BRICS di New Delhi, Minggu, 13 September 2026.

Menurut Modi, BRICS selama ini berupaya mendorong pertumbuhan global yang inklusif. Ia menilai solusi yang dikembangkan melalui BRICS seharusnya tidak hanya memberikan manfaat bagi negara-negara anggota, tetapi juga dapat diakses dan disesuaikan dengan kebutuhan negara-negara Global South.

“Kami telah berupaya mendorong pertumbuhan global yang inklusif melalui BRICS,” kata Modi, dikutip dari Anadolu Agency.

“Kami percaya bahwa manfaat dari solusi yang dikembangkan di BRICS tidak boleh hanya terbatas pada BRICS. Solusi tersebut harus dapat disesuaikan dan diakses sesuai kebutuhan Global South,” lanjutnya.

Modi mengatakan meningkatnya jumlah krisis menunjukkan bahwa tidak ada persoalan global yang dapat ditangani secara terpisah.

Menurut dia, pandemi, bencana iklim, dan gangguan rantai pasok telah menunjukkan bahwa dalam dunia yang semakin terhubung, sebuah krisis di satu wilayah dapat berdampak ke wilayah lainnya.

Karena itu, Modi mengatakan BRICS memusatkan perhatian pada peningkatan ketahanan di berbagai sektor.

Kepercayaan Global South Meningkat

Di hadapan para pemimpin BRICS, Modi menyebut meningkatnya kepercayaan negara-negara Global South terhadap kelompok tersebut. “Kepercayaan negara-negara Global South terhadap BRICS telah meningkat,” ujar Modi.

Menurut dia, suara negara-negara tersebut semakin terdengar di BRICS dan pengalaman mereka semakin dihargai.

Modi menekankan bahwa solusi yang dihasilkan BRICS tidak semestinya hanya dibuat untuk negara-negara Global South, melainkan dikembangkan bersama mereka.

“Kekuatan BRICS ada pada keberagaman dan kerja sama kita,” katanya.

Menurut Modi, negara-negara anggota BRICS memiliki kondisi dan latar belakang yang berbeda, tetapi dapat meningkatkan kerja sama untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dunia.

Ia juga mengatakan meningkatnya jumlah negara yang berpartisipasi dalam KTT BRICS menjadi bukti bertambahnya daya tarik dan pengaruh kelompok tersebut.

BRICS Sepakati Sistem Peringatan Dini

Dalam pertemuan tersebut, Modi juga mengungkap sejumlah hasil kerja sama konkret BRICS untuk meningkatkan ketahanan menghadapi berbagai krisis.

BRICS, kata dia, telah menyepakati sistem peringatan dini terpadu untuk mencegah dan merespons penyakit menular. Pedoman integrasi data peringatan dini untuk penanganan bencana juga telah disiapkan.

Selain itu, kerangka kerja sama rantai pasok logistik BRICS diharapkan dapat membuat rantai pasok antarnegara menjadi lebih andal dan tahan terhadap gangguan.

Modi juga menyebut BRICS Incubator Network akan menghubungkan perusahaan rintisan dan inkubator di negara-negara anggota melalui kerja sama inovasi.

Sementara itu, jaringan pertanian digital BRICS disebut akan menciptakan peluang baru bagi para petani.

Soroti Teknologi dan Mineral Kritis

Modi turut memperingatkan risiko penggunaan teknologi dan mineral kritis sebagai instrumen tekanan yang dapat menghambat pembangunan berkelanjutan.

Menurut dia, BRICS perlu memastikan pengembangan dan pemanfaatan teknologi tetap inklusif sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

KTT BRICS di New Delhi dihadiri para pemimpin negara anggota serta negara mitra, termasuk Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, termasuk perang AS-Iran yang menurut sumber berlangsung sekitar tujuh bulan serta perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Dalam situasi tersebut, Modi menempatkan ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan sebagai bagian penting dari upaya BRICS menghadapi berbagai tantangan global.

Baca juga: Modi Desak Reformasi DK PBB dan Kesetaraan Peran Global South di KTT BRICS

(Willy Haryono)